p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ners Muda
Tri Hartiti
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberian terapi murattal terhadap penurunan nyeri pada pasien kanker kolorektal pre operasi Kiki Amalia; Tri Hartiti
Ners Muda Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v2i3.6247

Abstract

Salah satu gejala kanker kolorektal yaitu adanya rasa nyeri. Nyeri adalah perasaan tidak menyenangkan baik secara fisik maupun emosional akibat adanya kerusakan jaringan. Mengatasi nyeri dapat menggunakan  cara non farmakologis diantaranya terapi murattal Ar-Rahman. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan nyeri pada pasien kanker kolorektal pre operasi setelah diberikan terapi murattal Ar-Rahman. Desain studi ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus berdasarkan penerapan Evidence Based Nursing Practice yaitu terapi murattal terhadap penurunan nyeri. Subjek studi kasus adalah pasien kanker kolorektal yang belum dilakukan tindakan pembedahan, tingkat skala nyeri 2-5, dan beragama Islam. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien. Pengambilan data menggunakan pengukuran skala Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan terapi murattal Ar-Rahman. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan nyeri pada kedua subjek penelitian setelah diberikan terapi murattal Ar-Rahman. Subjek studi kasus 1 terjadi penurunan nyeri sebesar 1 skala nyeri. Subjek studi kasus 2 terjadi penurunan nyeri sebesar 2 skala nyeri. Terapi murattal Ar-Rahman mampu menurunkan nyeri pada pasien kanker kolorektal pre operasi.
Studi Kasus Penerapan Terapi Relaksasi musik klasik terhadap tekanan darah penderita hipertensi Rizki Arisandi; Tri Hartiti
Ners Muda Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i3.8383

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi tekanan darah sistolik sama atau lebih tinggi dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg . Salah satu pengobatan non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian music klasik. Musik merupakan suatu stimulus yang unik yang dapat mempengaruhi respon fisik dan psikologis seseorang dalam pendengarannya serta merupakan suatu intervensi yang efektif untuk meningkatkan relaksasi fisiologis yaitu dengan penurunan nadi, respirasi, tekanan darah dan nyeri. efeknya menunjukkan  bahwa  musik  dapat  mempengaruhi  ketegangan  atau  kondisi  rileks pada diri seseorang karena dapat merangsang pengeluaran endorphinedan serotin,. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah dilakukan terapi relaksasi musik klasik. Penelitian ini menggunakan metode case strudy dengan 2 responden yang dipilih sesuai inkusi peneliti.. Hasil pengkajian menunjukan kedua subjek studi memiliki jenis kelamin yang sama subjek studi kasus 1 dan 2 perempuan subjek studi kasus 1 berumur 66 tahun dan subjek studi kasus 2 berumur 69 tahun. Kedua subjek memiliki riwayat hipertensi, subjek studi kasus 1 memiliki obat jalan dari resep dokter amlodipin 5mg , subjek studi kasus 2 mengkonsumsi obat toko jika merasa pusing dan lemas. Hasil studi kasus menunjukan penurunan tekanan darah setelah dilakukan terapi relaksasi musik klasik. Subjek studi kasus 1 dan 2 secara keseluruhan mengalami rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 47 mmHg dan diastolik 27 mmHg. Terapi relaksasi musik klasik mampu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rencana tindakan lanjutan yang harus dilakukan yaitu dengan melakukan kontrol rutin ke pusat pelayanan kesehatan dengan teratur.
Penerapan Discharge Planning Pada Pasien Diabetes Mellitus di Ruang Rawat Inap Astride Wulandari Rusmana; Tri Hartiti
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i2.10522

Abstract

Discharge planning merupakan rangkaian atau proses interaksi pemberi pelayanan kesehatan secara multidisiplin dengan melakukan kolaborasi untuk dapat meningkatkan keberlanjutan perawatan pada pasien. Discharge planning diberikan untuk pasien maupun keluarga pasien dalam bentuk edukasi maupun pendidikan kesehatan. Discharge planning bermanfaat dalam membantu pasien dan keluarga memahami permasalahan, pencegahan, dengan meningkatkan pengetahuan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Desain studi pada penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan pendeketan asuhan keperawatan. Studi kasus melibatkan 2 klien yang sesuai dengan kriteria inklusi seperti pasien dengan DM tipe 2 yang dirawat inap selama 3 hari. Penentuan subjek studi kasus diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Pengukuran pengetahuan menggunakan lembar kuesioner dan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dalam rentang waktu 10 – 25 menit sebanyak 1 x sehari selama 3 hari berturut-turut. Terdapat peningkatan pemahaman atau pengetahuan pasien terhadap pelaksanaan discrage planning, dan berdasarkan wawancara pasien sudah memahami informasi yang diberikan dan merasa puas dengan penerapan discharge planning yang telah diberikan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan discharge planning efektif dalam peningkatan pemahaman atau pengetahun pasien tentang kondisi penyakitnya. Diharapkan perawat menerapkan pemberian discharge planning kepada pasien, mulai dari pasien masuk sampai akan direncanakan pulang dari rumah sakit.