ABSTRAK, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh dalam mensosialisasikan peran Ombudsman dan untuk mengetahuifaktor kendala Ombudsman RI Perwakilan Aceh dalam mensosialisasikan peran Ombudsman.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan teori AIDDA. Dalam penggunaan AIDDA, agar seseorang melakukan tindakan (action), pertama-tama harus dibangkitkan perhatiannya (attention) sebagai awal dari berhasil atau tidaknya suatu komunikasi yang dilakukan. Elemen AIDDA adalah Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), Descision (keputusan), Action (tindakan/ kegiatan). Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara semi terstrukur dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018 kepada 5 orang informan yang terdiri dari 1 (satu) orang Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh dan 1 orang Asisten Ombudsman RI Perwakilan Aceh, 1 orang masyarakat yang tergabung menjadi Rakan Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Informan keempat dan kelima merupakan masyarakat yang tidak tergabung dalam Ombudsman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh dalam mensosialisasikan peran Ombudsman kepada masyarakat adalah membentuk WP3 yaitu Wartawan Peduli Pelayanan Publik, melakukan sosialisasi, mengadakan diskusi tematik, mengadakan Training of Trainer (TOT) bagi Rakan Ombudsman, dan mengadakan pertemuan berkala. Media merupakan alat komunikasi yang paling sering digunakan sebagai strategi komunikasi oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh.Media dianggap sebagai alat komunikasi yang mudah, berdampak besar dan murah sehingga tidak membutuhkan biaya tambahan untuk kegiatan sosialisasinya.Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Ombudsman, Sosialisasi, dan Peran. OMBUDSMAN IN ACEH TO SOCIALIZE THE ROLE OF OMBUDSMAN TO ACEHNESE PEOPLE ABSTRACT, This research aims to in order to understand communication strategy which was carried out by Ombudsman RI of Aceh to socialize the role of the Ombudsman and in order to understand the factors which hinder Ombudsman RI of Aceh to socialize the the role of the Ombudsman.The approach used in this research is a qualitative approach with descriptive methods. In this research using the AIDDA theory.In the use of AIDDA, so that someone takes action, his attention must first be raised as the beginning of the success or failure of a communication made. The AIDDA element is Attention, Interest, Desire, Descision, and Action.Data collection techniques used are semi-structured interviews and documentation. The informant selection technique used is the Purposive Sampling technique. This research was conducted in October 2018 to 3 informants consisting of 1 (one) Head of Ombudsman RI of Aceh and 1 Assistant of Ombudsman RI of Aceh, 1 (one) community member who joined Ombudsman RI of Aceh, The fourth and fifth informants are people who do not belong to the Ombudsman.The results showed that the communication strategy carried out by Ombudsman RI of Aceh in socialize the role of the Ombudsman to the public was forming WP3 namely Wartawan Peduli Pelayanan Publik, conducting socialization, holding thematic discussions, holding Training of Trainers (TOT) for the Ombudsman, and holding regular meetings. Media is a communication tool that is most often used as a communication strategy by Ombudsman RI of Aceh. Media is considered an easy communication tool, has a big and cheap impact so it does not require additional costs for socialization activities.Keywords: Communication Strategy, Ombudsman RI, Socialization, and Role.