ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa masyarakat di Desa Pasir masih melakukan aktivitas MCK (Mandi Cuci Kakus) di Sungai Kuala Tripe dan apa pengaruh dari pemanfaatan sungai sebagai sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) bagi kesehatan masyarakat di Desa Pasir. Penelitian ini menggunakan teori tindakan dari Talcott Parsons yang menyatakan bahwa kebudayaan dengan segala wujudnya merupakan tindakan manusia yang berpola. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria subjek penelitian dan relevan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, masyarakat di desa Pasir dalam melakukan aktivitas MCK sudah terbiasa, bahkan telah menjadi budaya keseharian masyarakat. Mayoritas dari masyarakat di desa ini tidak memiliki sarana MCK yang memadai, faktor ekonomi dan sosial-budaya sangat berperan penting dalam membentuk pola prilaku tersebut. Tradisi ini sudah membudaya bagi masyarakat setempat. Kedua, dampak dari pemanfaatan sungai sebagai sarana dalam melakukan aktivitas MCK sangat berpotensi untuk menyebabkan berbagai penyakit kulit seperti panu, kudis, gatal-gatal dan kutu air. Melalui penelitian ini penulis berharap pemerintah lebih memperhatikan sarana dan prasarana dalam mendukung pola hidup sehat serta perlu adanya usaha-usaha dari Dinas Kesehatan bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengadakan penyuluhan terhadap pentingnya pola hidup sehat, bersih dan nyaman, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masyarakat yang ada. sehingga masyarakat yang ada di Desa Pasir dapat memiliki kualitas hidup yang jauh lebih sehat.Kata kunci :Perilaku, masyarakat, MCK di Sungai. ABSTRACTThis thesis aims to figure out why people in the village of Pasir still perform MCK (Bathing, Washing, and Serving as a lavatory) activities in the river Kuala Tripe and what effect of river utilization as an MCK for public health in Pasir village. This study used Talcott Parsons Action theory stating that culture with all its forms is a patterned human action. The type of this research is descriptive by using a qualitative approach, the data obtained through in-depth interviews with informants who meet the criteria for research subjects and relevant in providing information needed in this study. The results of this study showed that: First, people in the village of Sand get used to do the MCK activities, even several has become the people's daily culture. The majority of the individuals in this community do not have adequate toilet facilities. Economic and sociocultural factors play a significant role in shaping the behavioral patterns. This tradition has been entrenched for the local community. Second, the impact of the use of the river as a means of MCK activities has the potential to cause a variety of skin diseases such as tinea, scabies, hives and water fleas. Through this study, the author hopes the government pays more attention to facilities and infrastructure in support of healthy lifestyles and the need for efforts from the health department in cooperation with relevant agencies to conduct counseling on the importance of healthy, clean and comfortable lifestyle, by considering the condition and ability of the community. So that people in the village of Pasir can have a much healthier quality of life. Keywords: Behavior, community, MCK on the river.