Ubaidullah, MA Ubaidullah, MA
Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPRK Bener Meriah Terhadap Program Penanggulangan Bencana Tahun 2012-2017 Sutama Muhammad; Ubaidullah, MA Ubaidullah, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.383 KB)

Abstract

Abstrak Kabupaten Bener Meriah memiliki resiko bencana yang sangat tinggi. Resiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu kawasan dalam kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. Adapun program penanggulangan bencana merupakan salah satu kebijakan pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang perlu diawasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) sebagai pemerintahan Legislatif. Implementasi kebijakan penanggulangan bencana belum berjalan dengan efektif, ini disebabkan masing-masing sektor pemerintahan belum mengambil peran dan tanggung jawab sesuai dengan turunan dari Rencana Penanggulangan Bencana pada Kabupaten Bener Meriah. Badan legislatif yang memiliki Fungsi Pengawasan dibidang Politik dan kebijakan merupakan mitra kerja dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah dalam upaya penanggulangan bencana, namun DPRK juga harus melakukan pengawasan pada setiap kebijakan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salah satu fungsi Legislatif terkait pengawasan DPRK Bener Meriah terkait proses pelaksanaan program penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh BPBD Kabupaten Bener Meriah. Kemudian juga untuk mengetahui kendala apa saja yang menyebabkan tidak efektifnya pengawasan DPRK Bener Meriah terhadap program penanggulangan Bencana di Kabupaten Bener Meriah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data skunder. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan yaitu dengan melakukan wawancara kepada informan. Sedangkan data sekunderdiperoleh melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan dokumen-dokumen, buku-buku dan bacaan-bacaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan yang telah dilakukan oleh DPRK Bener Meriah tidak menyeluruh terhadap program penanggulangan bencana, termasuk pengawasan kebijakan dan aturan Qanun yang terkait pada penanggulangan bencana. Kemudian ketidakpahaman DPRK terhadap pengawasan di bidang bencana menjadikan implimentasi program tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak berjalannya perencanaan dengan baik merupakan salah satu indikator tidak efektifnya pengawasan yang dilakukan DPRK Bener Meriah. Adapun jawaban atas pertanyaan selanjutnya adalah bahwa kendala yang dihadapi oleh DPRK Bener Meriah terkait pelaksanaan salah satu fungsinya yaitu pengawasan,  tidak berjalan efektif, hal tersebut disebabkan oleh kurangnya anggaran untuk program kebencanaan serta terbatasnya sarana dan prasarana yang tersedia pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bener Meriah. Kata Kunci :Legislatif, Pengawasan, Bencana Alam, Bener Meriah, Aceh The Implementation of DPRK Bener Meriah's Supervisory Function Towards Disaster Prevention Program in 2012-2017AbstractBener Meriah District has a very high disaster risk. Disaster risk is a potential loss caused by disaster in an area and certain period of time which can be death, injury, illness, threatened soul, loss of feeling of security, evacuation, damage or loss of property, and disruption of community activities. Disaster management program is one of government policy of Bener Meriah District that needs to be supervised by DPRK as legislative government. The implementation of disaster management policy has not run wellbecause of each sector of government does not follow the roles and responsibilities in accordance with the derivatives of the Disaster Management Plan in Bener Meriah. Legislative Agency that have the function of supervision in the field of politics and policy are partners of the BPBD Bener Meriah in the effort to overcome disaster, but DPRK also has to make improvement on each related policy. This study aims to determine DPRK Bener Meriah’s supervisory function related to the process of monitoring the disaster management program implemented by the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Bener Meriah Regency andalso to find out what obstacles that led to ineffective DPRK Bener Meriah’s supervisiontowards Disaster prevention programs in Bener Meriah Regency. The research used qualitative methodwith descriptive approach. The data obtained through primary data sources and secondary data. Primary data obtained through field research by conducting interviews to informants. While the secondary data obtained through literature research with documents, books and related reading. The result of the research shows that the supervision done by DPRK Bener Meriah is not comprehensive. Then, the DPRK's lack of understanding on the supervision in the field of disaster made the implementation of the program not as expected. The answer to the next question is the obstacles faced by DPRK Bener Meriah in conducting the supervision caused by lack of budget for disaster programs and limited facilities and infrastructure in the disaster department which is the Regional Disaster Management Agency Bener Meriah.Keywords: Legislative, Supervision, Natural Disaster, Bener Meriah, Aceh
TANTANGAN PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA DALAM MENGHADAPI VERIFIKASI KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA (Studi Kasus: DPD PSI Kota Banda Aceh) Zia Ul Haq; Ubaidullah, MA Ubaidullah, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.525 KB)

Abstract

AbstrakPeraturan Menteri Hukum dan Ham (Kemenkumham) Nomor 37 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pendaftaran Pendirian Badan Hukum, Perubahan Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga, Serta Pergantian Kepengurusan Partai Politik merupakan salah satu syarat berdirinya partai politik baru. Verifikasi tersebut akan melihat kelengkapan partai politik baru yakni secara struktural 100% di tingkat pusat dan Provinsi, 75% untuk tingkat Kabupaten/Kota dan 50% untuk Kecamatan. Kemudian juga kelengkapan syarat administrasi seperti Surat Keterangan Domisili (SKD) kantor untuk tingkatan Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kecamatan, kemudian Surat Keterangan Terdaftar (SKT) untuk tingkatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Banda Aceh adalah salah satu kepengurusan tingkat Kabupaten/Kota yang telah melalui verifikasi sesuai aturan Kemenkumham. Tidak hanya persoalan tahapan verifikasi, DPD PSI Kota Banda Aceh sebagai partai politik baru di Aceh juga harus dihadapkan oleh kekhususan yang dimiliki Provinsi Aceh. Kekhususan Provinsi Aceh telah melahirkan partai politik lokal (parlok) yang akan menjadi pesaing DPD PSI Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi kendala internal maupun eksternal yang dihadapi DPD PSI Kota Banda Aceh sebagai partai politik baru terkait pemenuhan syarat atau aturan yang telah di tetapkan Kemenkumham. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data sekunder, data primer melalui penelitian lapangan yaitu dengan melakukan wawancara kepada informan. Sedangkan data sekunder melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan dokumen-dokumen, buku-buku dan bacaan-bacaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang datang dari internal maupun eksternal yang dihadapi oleh DPD PSI Kota Banda Aceh ketika memenuhi segala aturan dari Kemenkumham telah berhasil dihadapi. Keberhasilan verifikasi tersebut dilakukan melalui kebijakan yang menjadi keputusan bersama, sehingga DPD PSI Kota Banda Aceh telah mampu menyelesaikan proses verifikasi Kemenkumham. Kata Kunci : Partai Politik, Kemenkumham, Strategi Politik, Banda Aceh The Challenge of Solidarity Party of Indonesia in Facing the Verification of Ministry of Law and Human Rights (Case Study: DPD PSI Kota Banda Aceh)AbstractThe regulation of the Minister of Law and Human Rights (Kemenkumham) Number 37 Year 2015 on Tata Cara Pendaftaran Pendirian Badan Hukum, Perubahan Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga, Serta Pergantian Kepengurusan Partai Politik is one of the requirements of the establishment of new political parties. The verification will examine the completeness of the new political party that is 100% structurally at the central and provincial level, 75% for the district / municipal level and 50% for the sub-district level. Then it will also be considered the completeness of administrative requirements such as Keterangan Domisili (SKD) for the office at the level of Province, District / Municipality and Sub-District, the Surat Keterangan Terdaftar (SKT) for the level of Province and District / City. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) of the Partai Solidaritas Indonesia branch Kota Banda Aceh is one of the district / municipality stewardship that has been verified by the Kemenkumham. Not only the question of verification stage, the DPD PSI Kota Banda Aceh as a new political party in Aceh must also be confronted by the specificity of Aceh Province. The specificity of Aceh Province has allowed to the establishment of local political party (parlok) that will become main competitors of DPD PSI Kota Banda Aceh. This study aims to determine what were the factors that became the internal and external constraints faced by the DPD PSI Banda Aceh as a new political party in the fulfillment of requirements or conditions set by the Kemenkumham. The research used a qualitative research method with descriptive approach. Data collected through primary and secondary sources; primary data were obtained through field research by conducting interviews to informant. While the secondary data were obtained through literature research from documents, books and related readings. The results of this research show that the internal and external challenges experienced by DPD PSI Kota Banda Aceh when fulfilling all the requirements of Kemenkumham is a process that the party must face. Through joint decision policies, DPD PSI Kota Banda Aceh has been able to complete all verification processes of Kemenkumham.Keywords: Political Party, Kemenkumham, Strategy Politics, Banda Aceh