Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengetahuan Dengan Kemampuan Komunikasi Terapeutik Perawat Pada Pasien Anak Usia Prasekolah (Knowledge and Nurses' Therapeutic Communication Skills in Pre-School Age Patient) Idayati Idayati; Diny Vellyana; Sondang Sondang
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46815/jkanwvol8.v9i2.103

Abstract

AbstractHaving treatment in a hospital (hospitalization) is an unpleasant and threatening experience for everyone, especially for children who are still in the process of growth and development. One way to resolve this problem is to use therapeutic communication effectively which will and will be carried out nursing actions. To communicate with children, special approaches or techniques are needed so that the relationship can run well according to the child's growth and development. One of the predisposing factors according to Lawrencen Green's theory is knowledge, when a nurse has good knowledge, her ability in therapeutic communication will be good too. The aim of study is to determine the relationship of knowledge with the therapeutic communication skills of nurses in pediatric patients. This research uses survey analytic methode with crosssectional. Sample in the study were 66 nurses in inpatient rooms of Graha Husada Hospital,technique purposive samplingfor sampling.Data analysis using the Spearman Rank (Rho) correlation test with a significance level (α = 0.05)  is obtained p value 0.025 (p <0.05). There is relationship of knowledge with therapeutic communication ability of nurses in pediatric patients treated at Graha Husada Hospital  Bandar Lampung. Nurses are expected to be able to improve services in providing nursing care to pediatric patients, especially preschool age pediatric patients. AbstrakBerobat di rumah sakit (hospitalisasi) merupakan pengalaman yang tidakmenyenangkan dan mengancam bagi setiaporang,terutama bagi anak – anak yang masih dalam proses tumbuh kembang. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan komunikasi terapeutik secara efektif yang akan dilakukan tindakan keperawatan. Untuk berkomunikasi dengan anak diperlukan pendekatan atau teknik khusus agar hubungan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tumbuh kembang anak. Salah satu faktor predisposisi menurut teori Lawrence Green adalah pengetahuan, bila perawat memiliki pengetahuan yang baik maka kemampuannya dalam komunikasi terapeutik juga akan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan komunikasi terapeutik perawat pada pasien anak. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 66 perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Graha Husada dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Rho) dengan tingkat signifikansi (α = 0.05) diperoleh dari niai p 0.025 (p<0.05). Ada hubungan pengetahuan dengan kemampuan komunikasi terapeutik perawat pada pasien anak yang di rawat di RS Graha Husada Bandar almpung. Perawat diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien anak khususnya pasien anak usia prasekolah.
BERMAIN (PUZZLE) TERHADAP KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENGALAMI HOSPITALISASI Andri Yulianto; Idayati Idayati; Senja Atika Sari
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 6, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v6i1.172

Abstract

Hospitalisasi merupakan bagian yang dimana anak harus beradaptas dengan lingkungan yang baru, mengurangi perpisahan dengan keluarga, nyeri ditubuh akibat dari traumatic. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi ketkutan, merasa terancam, gelisah dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui pengaruh terapi bermain (puzzle) terhadap kecemasan anak usia prasekolah (4-6 tahun) yang mengalami hospitalisasi di ruang anak RSUD Pringsewu. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional rancangan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 4- 6 tahun yang dirawat di ruang anak RSUD Pringsewu dengan jumlah populasi 16 responden,Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrument  yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar SOP Terapi Bermain. Hasil penelitian menunjukkan diketahui mean tingkat kecemasan akibat hospitaliisasi pada anak usia prasekolah  sebelum pemberian intervensi 20,94 dengan tingkat kecemasan minimal 16 dan maximal 26 poin. Dan diketahui mean tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah  setelah pemberian intervensi 13,38 dengan tingkat kecemasan minimal 8 dan maximal 19 poin. Sehingga hasil analisis uji bivariat pada r tabel 12,638 dan r hitung 1,746 . Selanjutnya berdasarkan hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,000 (p-value < α = 0,05) yang berarti ada pengaruh terapi bermain terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di ruang anak. Saran menyediakan suatu ruangan bermain anak  disertai Standar Operasional Pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan sehingga dapat meningkatkan keterampilan petugas dalam melaksanakan asuhan / pelayanan kepada pasien.
PENYULUHAN MANAJEMEN PENGOBATAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOHARJO Idayati Idayati
Bagimu Negeri Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v7i1.2023

Abstract

Penanganan penderita gangguan jiwa di Indonesia masih sangat minim, kendala tersebut meliputi keadaan masyarakat yang masih menggunakan teknik kuno yaitu pemasungan serta penderita yang tidak mau melakukan pengobatan medis ataupun penderita yang melakukan terapi medis namun tidak dilakukan secara teratur, meunjukan bahwa penanganan penderita gangguan jiwa memang dirasa masih kurang karena tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan gangguan jiwa masih sangat rendah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam memberikan dan mengatur pemberian obat kepada pasien gangguan jiwa dirumah. Metode yang digubajan adalah penyuluhan secara door to door pada keluarga dengan gangguan jiwa. Hasil yang didapatkan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga pasien dengan gangguan jiwa dalam proses pemberian pengobatan dan kapan harus ke pelayanan kesehatan. Secara keseluruhan bahwa pasien gangguan jiwa keluarga sangat membutuhkan perawat oleh keluarga secara focus dan patuh dalam pengobatan pasien gangguan jiwa