Avellyn Shintya Sari
Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN TEKNIS ANALISIS RESIKO JALAN TAMBANG BATUBARA PT. PASIR WALANNAE, KABUPATEN BONE, PROVINSI SULAWESI SELATAN Avellyn Shintya Sari; Ahmad Fadillah; Rengga Ade Saputra
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.997

Abstract

Jalan tambang adalah suatu infrastruktur yang vital di dalam lokasi penambangan dan sekitarnya. Jalan tambang berfungsi sebagai penghubung lokasi-lokasi penting. Dalam kegiatan penambangan, jalan tambang memegangperanan yang sangat penting, karena apabila kondisi jalan tambang yang didesain tidak sesuai dengan sistem penambangan dan spesifikasi alat yang digunkan maka akan menghambat laju kegiatan produksi batubara. Tujuandari penelitian adalah mengetahi geometri jalan tambang, Analisa faktor keamanan jalan tambang berdasarkan alat yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri jalan sangat mempengaruhi laju kegiatanpenambangan, berdasarkan perhitungan yang dilakukan mengacu pada spesifikasi alat angkut yang digunakan dapat diketahui bahwa untuk kondisi jalan lurus dan lebar jalan minimum yang di sarankan pada pit 101 untuk satu jalur 4,8 meter dan 5,99 meter pada tikungan. Berbeda dengan jalan hauling, didapatkan perhitungan lebar yang disarankan pada jalan lurus satu jalur 5,4 meter dan 7,62 meter pada jalan menikung. Analisa faktor keamanan jalantambang dipengaruhi oleh perawatan yang dilakukan agar jalan menjadi nyaman dilalui dalam pengangkutan batubara, pemadatan perkerasan dianalisa mengunakan kurva CBR (California Bearing Ratio), sesuai dengan spesifikasi alat yang melewati jalan tambang. Pada PT. Pasir Walannae direkomendasikan ketebalan perkerasan jalan yaitu 14 inch atau sama dengan 35,56 cm dengan material batupasir. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisi terjadinya genangan air dan lumpur di sepanjang permukaan jalan tambang.
KAJIAN STABILITAS LERENG PADA LAHAN BEKAS TAMBANG ANDESIT Mochammad Jihad; Ratih Haridni Kusuma Putri; Avellyn Shintya Sari
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.982

Abstract

Lahan bekas tambang merupakan tempat dimana banyak terjadi sebuah longsoran dikarenakan kurangnya monitoring dan perawatan yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang yang ada. Longsor dapat terjadi kapanpun pada lereng yang terbentuk secara alamai maupun buatan secara tiba – tiba tanpa adanya tanda – tanda yang menunjukan akan terjadinya sebuah longsoran. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan untuk menenetukan faktoraman dari bidang longsor yang potensial, yaitu dengan cara menghitung besarnya kekuatan geser dan tekan untuk yang kemudian dihitung menggunakan perangkat lunak Slide 6.0 untuk diketahui besarnya nilai factor keamanan dari lereng tersebut. Dari analisis yang dilakukan di lokasi penelitian, didapat nilai factor keamanan 1.26 berdasarkan design lereng yang nantinya akan diperuntukan untuk kegiatan reklamasi pascatambang dengan besaransudut tiap lereng 40o dengan ketinggian 8 meter dan memiliki sudut keseluruhan sebesar 28 derajat.