ZULHIPRI ZULHIPRI
Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Jakarta Jl. Pemuda No 10, Rawamangun 13220, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pengental terhadap Mutu Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Purut (Citrus hystrix Dc) dalam Sediaan Deodoran TATY RUSLIATI RUSLI; ZULHIPRI ZULHIPRI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 1 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.026 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan kandungan minyak atsiri dari tanaman obat Indonesia yaitu kulit buah jeruk purut sebagai produk deodorant roll on untuk antiseptik yang berefek bakterisid. Target khususnya adalah menghasilkan formula yang stabil secara fisik dan kimia serta keamanan produk.Uji mutu minyak atsiri dilakukan dengan penetapan parameter fisik berupa identitas, organoletik dan kelarutan. Uji antiseptik dilakukan dengan mengukur diameter daya hambat (DDH) sediaan deodoran pada konsentrasi minyak atsiri 1-7 % terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar. Hasil DDH sediaan deodoran dengan thickening agent HPC-m diperoleh sebesar 10,90-12,26 mm, sedangkan dengan thickening agent karbomer 940 tidak memiliki ativitas pada bulan ketiga, serta uji iritasi pada panelis tidak menimbulkan iritasi. Hasil uji stabilitas dipercepat suhu kamar dan 40oC terhadap sediaan, dihasilkan organoleptik dengan warna putih kekuningan dan bau khas jeruk purut. Formula terbaik dari sediaan deodoran roll-on adalah formula III dengan konsentrasi thikening agent HPC-m sebesar 4%, yang menghasilkan tampilan fisik dan homogenitas yang baik, viskositas 5.200 cps pada suhu kamar dan 5.940 cps pada suhu 40oC. Deodoran memiliki sifat alir pseudoplastis, dengan pH 4,55 pada suhu kamar dan pH 5,22 pada suhu 40oC. Dengan thickening agent karbomer 940, deodoran memiliki kemampuan sebar yang semakin kecil sehingga dapat dikategorikan sediaan semi padat.
KANDUNGAN FITOKIMIA dan UJI AKTIFITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L) VARIETAS BINJAI DAN LEBAK BULUS Zulhipri Zulhipri; Yusnetty Boer; Rosallia Pramu Dyaningtyas
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 2 No 2 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 2 Desember 2012
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.192 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.022.01

Abstract

Telah dilakukan uji fitokimia dan aktivitas antioksidan terhadap kulit rambutan (Nephelium lappaceum L) yang merupakan tanaman buah khas Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan antioksidan dari kulit rambutan varietas Binjai dan Lebak bulus yang dinyatakan dengan nilai IC50. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode Penangkapan Radikal DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil.) Hasil pengujian fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit rambutan varietas Binjai dan Lebak bulus mengandung senyawa metabolit sekunder golongan fenolik, flavonoid, steroid, terpenoid dengan kandungan dominan golongan fenolik. Hasil pengujian antioksidan diperoleh nilai IC50 ekstrak metanol kulit rambutan varietas Binjai dan Lebak bulus berturut-turut adalah 31,722 dan 27,636 ppm yang sebanding dengan Asam askorbat dengan IC50 sebesar 30,848 ppm. Keywords : rambutan, fenolik, antioksidan, DPPH It has been tested phytochemical and antioxidant activity of the skin of rambutan (Nephelium lappaceum L) which is a typical Indonesian fruit crops. This study aimed to determine the antioxidant capacity of the skin of rambutan varieties Binjai and Lebak bulus represented by IC 50 values. Preparation of extracts made by maceration using methanol solvent. Antioxidant activity assay using DPPH Radical Fishing (2,2-diphenyl-1-pikrilhidrazil.) Phytochemical Test results showed that the varieties of rambutan peel extract Binjai and Lebak bulus containing secondary metabolites classes of phenolic, flavonoids, steroids, terpenoids with a dominant content of phenolic groups . The results of antioxidant testing IC 50 values obtained methanol extract rambutan skin varieties Binjai and Lebak Bulus respectively 31.722 and 27.636 ppm is comparable to ascorbic acid with IC 50 of 30.848 ppm. Keywords :rambutan, phenolic, antioxidants, DPPH
PROFIL FITOKIMIA DAN UJI ANTIBAKTERI BIJI MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica. Linn) Zulhipri Zulhipri
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.693 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.011.02

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang profil fitokimia dan uji antibakteri dari biji mangga Arum manis (Mangifera indica. Linn). Hasil uji fitokimia dan anlisis kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak metanol, menunjukkan bahwa biji mangga Arum manis mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan terpenoid dengan kandungan tertinggi senyawa golongan fenolik. Uji antibakteri menunjukan ekstrak metanol ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococus aureus dengan nilai konsentrasi hambat minimum masing-masing sebesar 2000 dan 250 µg/mL. Kata kunci: Mangga, fitokimia, antibakter