Jusfarida Jusfarida
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS TEKTONIK SEBAGAI PEMICU MUNCULNYA MUD VULCANO BUHJEL TASE’ MADURA Jusfarida Jusfarida; Aleik Ainu Abdilbar
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1041

Abstract

Gunung lumpur Bujhel Tase’ berada di desa Banyoning Laok, Kecamatan Geger, Bangkalan Madura. Pada lokasi ini terdapat dua tipe gunung lumpur yaitu gunung lumpur Buhjel Tase’ Lanang dan gunung lumpur Bujhel tase’ Wedok, jarak kedua gunung lumpur tersebut kurang lebih 500 m. Kedua gunung lumpur tersebut masih sangat aktif, adapun material yang keluar berupa semburan lumpur bercampur gas. Semburan migas dan lumpur sering dijumpai pada sumbu lipatan yang dihasilkan oleh aktivitas tektonik. Aktivitas tektonik pada cekungan jawa timur yang terjadi berulang-ulang telah mengakibatkan terbentuk struktur geologi yang sangat kompleks. Penelitian dilakukan dengan cara pemetaan surface mapping (pemetaan permukaan) dan kajian geologi regional daerah penelitian, serta pengamatan terhadap struktur geologi yang berkembang pada lokasi penelitian. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan posisi gunung lumpur Bujhel Tase’ berada pada sumbu lipatan yang terjadi secara alami. Semburan lumpur tidak berhubungan satu dengan lainnya, dimana material yang keluar pada gunung lumpur Bujhel Tase’ Lanang berbeda dengan material pada Bujhel Tase’ Wedok. Pada gunung lumpur Bujhel Tase’ Lanang, material yang keluar lebih kental dibanding pada gunung lumpur Bujhel Tase’ Wedok. Aktivitas tektonik sangat berperan sebagai konduit/ tempat keluarnya material lumpur yang berada pada sumbu lipatan pada struktur antiklin.
PENDUGAAN MANIFESTASI PANAS BUMI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 BERDASARKAN ANALISIS KELURUSAN DAN SUHU PERMUKAAN TANAH (STUDI KASUS: ARJUNO-WELIRANG) Ni Made Paramita Dwi L.; Jusfarida Jusfarida
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) Vol 3, No 1 (2021): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2021.1976

Abstract

Empat puluh persen dari seluruh panas bumi dunia dimiliki Indonesia. Potensi panas bumi Indonesia berupa energi listrik geothermal diperkirakan mencapai 29.000 Megawatt, atau hampir setara dengan pasokan listrik Nasional. Keberadaan panas bumi di Indonesia sangat erat kaitannya dengan proses tumbukan yang terjadi pada lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik, yang menghasilkan busur vulkanik. Daerah dengan aktivitas vulkanik aktif salah satunya adalah Gunung Arjuno-Welirang di Jawa Timur. Potensi panas bumi yang terdapat di suatu daerah dapat diidentifikasi dengan manifestasi fumarol, mata air panas, lumpur panas, steaming ground, dan alterasi hydrothermal. Metode identifikasi manifestasi panas bumi dapat dilakukan melalui pemanfaatan penginderaan jauh pada Citra Landsat 8 dengan sensor Thermal Infrared (TIR) dan DEM SRTM. Data penginderaan jauh dimanfaatkan untuk mendelineasi struktur patahan di permukaan bumi dalam cakupan wilayah yang luas, waktu singkat, dan biaya efisien. Hasil penelitian memperlihatkan titik-titik manifestasi panas bumi berdasarkan pola kelurusan dan sebaran suhu permukaan tanah ke dalam peta pola kelurusan serta sebaran titik-titik panas. Kajian langsung di lapangan dilakukan untuk memastikan titik panas yang merupakan manifestasi dan bukan manifestasi panas bumi.