Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Marketing Strategy and Problems of Furniture Enterprises in Greater Jakarta Area Darwin Simanjuntak
International Journal of Business, Technology and Organizational Behavior (IJBTOB) Vol. 1 No. 5 (2021): October | International Journal of Business, Technology and Organizational Beha
Publisher : Garuda Prestasi Nusantara Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52218/ijbtob.v1i5.134

Abstract

This study aimed to determine the marketing practices and problems of the furniture enterprises in Greater Jakarta Area. This study uses the descriptive method of research. Data was obtained by using a questionnaire and followed by interview to obtain the further opinion of the respondents. The very core problems of the study are to determine the marketing practices and strategies of the furniture enterprises. Living room sets, dining room sets, bedroom furnishings, and chairs are type of products produced. Quality of product, good design and durabilty are the product attribute desired by the buyers. USA, Germany, Netherlands, UK, and Japan as a major export destinations. Participation in traade fair, correspondence, website &instragram are most common method of introducing product to the market. Full cost plus mark-up, manufacturing cost plus mark-up are common pricing practices of furniture firms. The firms placed high premium on maximizing profit and increase market share, mark-up pricing and target return pricing are the common pricing strategies of furniture firms, participation in trade fair, placing website & instragram are the most common promotion mix employed by furniture firms. Musrooming of new producers for the local market is a threat that affect local furniture firms, limited involment in trade fair, lack of market information and unpredictable demand are the nature of problem encountered, high tax and interest rate, increse of manpower wage rateswere the most severe problems.Trade fair subsidy, modern machinery subsidy, favorable tax rate dan reduce minimum wage rate are the expect assistance program from the government. Key words: Marketing Practices and Problems, Government Assistances Program, Furniture enterprises.
THE MEDIATING EFFECT OF CAPITAL ADEQUACY RATIO ON THE RELATIONSHIP BETWEEN NON-PERFORMING LOAN AND RETURN ON ASSET Maropen R. Simbolon; Darwin Simanjuntak
Jurnal Terapan Ilmu Manajemen dan Bisnis (JTIMB) Vol. 3 No. 1 (2020): JTIMB|Mei 2020
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.743 KB)

Abstract

Setiap perusahaan memiliki kecenderungan hanya untuk mencari keuntungan sedangkan, tujuan perusahaan tidak hanya untuk memaksimalkan keuntungan dan memaksimalkan pemegang saham atau pemiliknya tetapi juga berusaha untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham mereka. Ini berarti bahwa perusahaan perlu memberi manfaat kepada pemangku kepentingan mereka, dan salah satu pemangku kepentingan perusahaan adalah masyarakat di sekitar perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pengembalian aset bank di Indonesia tepatnya Indeks Infobank15. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan NPL, CAR sebagai variabel independen dan ROA sebagai variabel dependen. Keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk penggunaan data keuangan dalam penelitian dari laporan tahunan dan laporan keuangan dari tahun 2014 - 2018. Analisis data menggunakan analisis statistik seperti uji statistik F, uji t, dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua bank di Indonesia dalam penelitian sehat dalam hal modal minimum, kredit macet analisis telah digunakan dan hasilnya sangat baik. Hasil rata-rata untuk CAR diatas standard 8% untuk modal minimum untuk bank. Hasil rata-rata NPL di bawah standar minimum 5% yang menunjukkan bahwa bank dapat mengelola kredit macet mereka. Data statistik deskriptif juga menunjukkan bahwa ROA memiliki rata-rata di atas 1,5% standar Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara NPL, CAR on ROA bank di Indonesia pada Indeks Infobank15 dari tahun 2014-2018.