Firman L Sahwan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Depo Swakelola Kebersihan: Perannya Dalam Menangani dan Mengomposkan Sampah Kota (Studi Kasus di Kota Denpasar) Sahwan, Firman L
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8272.397 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1601

Abstract

Kota Denpasar yang memiliki permasalahan keterbatasan lahan TPA, serta timbulan sampah per hari sebesar 2.500 m3 dan dapat mencapai 5.000 m3 pada saat hari-hari besar, membuat Dinas Kebersihan dan Pertamanan serius menangani sampahnya. Dengan sistem Swakelola Kebersihan yang mengandalkan Depo Swakelola Kebersihan, sampah Denpasar ditangani. Untuk mengetahui peran Depo dalam menangani dan mengomposkan sampah, maka penelitian ini dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Depo Swakelola Kebersihan berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang berasal dari rumah tangga; tempat pemilahan sampah; tempat pengumpulan sampah anorganik yang laku jual; serta sebagai tempat pengomposan sampah organik. Namun tidak semua Depo menjalankan fungsinya, khususnya fungsi sebagai tempat pengomposan sampah organik. Hanya 47% dari Depo yang ada yang menjalankan fungsi sebagai tempat pengomposan sampah organik. Produksi kompos eksisting dari Depo yang ada sebesar 1,63 ton per hari, yang berasal dari 13,06 m3 sampah organik per hari, ternyata baru 21% dari potensi kompos yang dapat dihasilkan (7,74 ton per hari) atau potensi sampah organik yang dapat direduksi (61,92 m3 per hari). Kualitas kompos yang dihasilkan cukup baik, dalam pengertian memenuhi kriteria kompos matang, serta memenuhi kriteria Permentan Pupuk Organik dan SNI Kompos.Kata kunci: Sampah kota, swakelola kebersihan, depo swakelola kebersihan, penanganan sampah, komposting.
BAKTERI PELARUT P DAN PENAMBAT N PADA PUPUK ORGANIK GRANUL BERBAHAN BAKU LIMBAH PADAT ORGANIK Sahwan, Firman L
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7961.629 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v16i1.1612

Abstract

Pupuk organik granul (POG) berbahan baku limbah padat organik, banyak diproduksi untuk memacu petani agar mau menggunakan kembali pupuk organik, sehinggga kualitas dan produktivitas lahan pertanian dapat ditingkatkan, khususnya kandungan C-organiknya. Kualitas POG sendiri dapat ditingkatkan dengan menambahkan pupuk hayati, agar populasi mikroba fungsionalnya meningkat. Pada bahan organik yang sudah atau dalam proses dekomposisi diketahui sudah mengandung mikroba fungsional. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengetahui keberadaan populasi mikroba fungsional pada POG, khususnya bakteri pelarut fosfat dan penambat N2, sebelum dan setelah diperkaya dengan pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan tingginya populasi bakteri pelarut fosfat dan penambat N2 yang terlibat dalam proses dekomposisi bahan organik, dan mikroba tersebut tetap ada walaupun bahan organik tersebut telah diproses lanjut menjadi POG. Rentang nilai populasi bakteri pelarut fosfat pada POG sebelum diperkaya pupuk hayati sebesar: 2,7X106-4,7X107 cfu/g, dan untuk bakteri penambat N2 sebesar: 4,2X108-2,2X1010 cfu/g. Nilai tersebut sudah memenuhi kriteria POG yang diperkaya dengan pupuk hayati. Secara populasi total, penambahan pupuk hayati pada POG, tidak mengindikasikan adanya peningkatan populasi bakteri pelarut fosfat dan penambat N2 yang secara alamiah sudah ada di POG.Kata kunci: limbah padat organik, pupuk organik granul, pupuk hayati, mikroba fungsional, populasi mikroba.
Conservation and Breeding of Apis meIlifera L, in Jayawijaya. Irian Jaya Firman L Sahwan
Media Konservasi Vol 2 No 4 (1989): Media Konservasi
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.604 KB) | DOI: 10.29244/medkon.2.4.%p

Abstract

Two subspecies of honeybee identified as Apis mellifica irinica and A. me1li)ku indica were claimed to be the native honeybees of Jayawijaya. They were then confirmed to be a single species :A. mellifera L. Due to the high potential productivity of A. meflifenr and the need to preserve the honeybee's genetic resource, effort to conserve A. meNifera in its natural habitat is suggested.