This Author published in this journals
All Journal Matriks
Aen Fariah
IAI Bunga Bangsa Cirebon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Rasio Aktivitas pada CV. HMZ Aen Fariah
Matriks Jurnal Sosial Sains Vol. 2 No. 1 (2020): Matriks: Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.861 KB) | DOI: 10.36418/matriks.v2i1.57

Abstract

CV. HMZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri retail yang menjual barang berupa busana, nonbusana dan kosmetik. Dengan perkembangan zaman sekarang yang telah berkembang dan seiring majunya teknologi maka perusahaan dituntut harus dapat mengembangkan usahanya dengan semaksimal mungkin. Maka perusahaan dituntut untuk menampilkan yang terbaik dalam segi kinerja dan ditunjang dengan manajamen keuangan yang baik. Selain itu, perusahaan juga memerlukan adanya penganalisisan laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui receivable turnover, total aset turnover dan inventory turnover perusahaan periode 2015-2017. Model penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research). Menganalis laporan keuangan denganpenelitian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio aktivitas mengalami penurunan dan peningkatan (tidak stabil) Jika dilihat dari rasio aktivitasnya adalah kurang efisien, hal ini terbukti bahwa perusahaan gagal dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi untuk peningkatan  keuntungan perusahaan, perusahaan tidak dapat menagih piutangnya dan perusahaan tidak mampu dalam memanfatkan aset aset yang dimilikinya. Hal ini dapat berakibat pada penurunan keuntungan di masa depan. Berdasarkan perhitungan receivable turnover inventory turnover dan total asset tunrover pada setiap tahun mengalami penurunan dibawah minimum standar industri, ini artinya perusahaan terlalu menahan persediaan berlebihan, penagihan piutang yang kurang efektif dan kurangnya pemanfaatan terhadap aset-aset yang tersedia di perusahaan.