p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Matriks
Regita Anggia Ning Tyas
STF YPIB CIREBON

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengetahuan Pengawasan Menelan Obat Tentang Tuberculosis dengan Kejadian Putus Berobat di Poliklinik Paru Puskesmas Sirampog Regita Anggia Ning Tyas
Matriks Jurnal Sosial Sains Vol. 2 No. 2 (2021): Matriks: Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.364 KB) | DOI: 10.36418/matriks.v2i2.63

Abstract

Penyakit TBC merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan organ tubuh lainnya.Kepatuhan berobat merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam penyembuhan TB paru. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan berobat adalah adanya Pengawas Menelan Obat (PMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan PMO tentang TB paru dengan kejadian putus berobat pada penderita TB paru di Poliklinik Paru Puskesmas Sirampog. Penelitian ini termasuk jenis retrospektif dengan rancangan case control. Responden penelitian berjumlah 48 orang yang dibagi ke dalam 2 (dua) kelompok yaitu 24 orang kelompok kasus (PMO penderita TB paru pada kasus default) dan 24 orang kelompok kontrol (PMO penderita TB paru yang teratur minum obat) yang diambil secara purposive sampling. Data penelitian diolah dan dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (62,5%) Pengawas Menelan Obat (PMO) yang mendampingi penderita TB paru untuk berobat di Poliklinik Paru Puskesmas Sirampog memiliki pengetahuan tentang TB paru dalam katagori kurang. Pada kelompok penderita TB paru yang putus berobat, 79,2% PMOnya memiliki pengetahuan yang kurang tentang TB paru. Pada kelompok TB paru yang berobat teratur , 54,2%, PMOnya memiliki pengetahuan yang baik tentang TB paru. Terdapat hubungan yang signifikan (nilai p=0,017)