Imas Lu’ul Jannah
Asosiasi Ilmu Alquran Dan Tafsir Se-Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resepsi Estetik Terhadap Alquran pada Lukisan Kaligrafi Syaiful Adnan Imas Lu’ul Jannah
Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alqur'an dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7527.788 KB) | DOI: 10.32459/nun.v3i1.14

Abstract

Artikel ini menjelaskan hasil sebuah penelitian dalam bidang resepsi Alquran. Menyingkap dan mengungkapkan bagaimana teks Alqurán diterima dan direspon oleh seorang seniman lukis Muslim yang bernama Syaiful Adnan. Syaiful Adnan menekuni dunia seni lukis dengan menempatkan kaligrafi Alquran sebagai tema sentral dalam lukisannya. Ayat Alquran merupakan sumber inspirasi artistik sekaligus estetis bagi Syaiful Adnan untuk melahirkan karya-karya masterpiece-nya.Teks Alquran sendiri menawarkan sebuah ruang interpretasi yang dialogis kepada pembaca. Interaksi antara keduanya merupakan proses reproduksi makna di mana dalam proses ini subjektifitas pembaca sangat mempengaruhi proses pembacaan, meski tetap tidak dapat lepas seutuhnya dari struktur teks yang telah disusun sedemikian rupa untuk mengantarkan pemahaman pembaca. Makna (meaning) teks yang diterima Syaiful Adnan dilokalisir dalam benak dan dikonkretisasikan berdasarkan aspek estetis yang dialaminya kemudian diaktualisasikan dalam bentuk karya lukisan kaligrafi Alquran.Secara praktis Syaiful Adnan menemui proses aktualisasinya terjadi secara internal dan eksternal.
Pious yet Trendy Young Muslim: ‘The Bros Team’ and Public Qur’an in Indonesia Imas Lu’ul Jannah
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol. 23 No. 2 (2022): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/qh.v23i2.4465

Abstract

This article discusses the intersection of Quranic reciting practices and pop culture through the emergence of The bros team, which is popular among modern Indonesian young Muslims. Since the fall of the New Order dictatorship, the Quran's recitation has become more public, shaping the Islamic soundscape in Indonesia’s online-offline public spaces. As a group of Quran reciters representing pious Muslim youth in Indonesia, the Bros team's popularity among Indonesians youth demonstrates how young people manage their identity as part of global pop culture while being rooted to Islamic orthodoxy. This group uploads murattal content of Quranic recitations on social media such as YouTube and Instagram. Those contents highlights how they appear to recite the Quran by incorporating parts of pop culture trend that are familiar to young people. Pertaining to this facts, this research contends that mediated Quranic practice via social media platforms shapes particular implications and treatments of the Quran and performers. Through online and offline field research, this study investigates how the popularity of The Bros team articulates the religious development of young Muslims in relation to the practice of public Quran recitation as a form of negotiating identity for devout Muslim Youths in Indonesia.