Mu’ammar Zayn Qadafy
Albert-Ludwig Universitat, Freiburg, Jerman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontroversi Islam Revisionis : David S. Powers, Zayd Ibn H}a>rithah dan Tertutupnya Pintu Kenabian Mu’ammar Zayn Qadafy
Nun : Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alqur'an dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1320.353 KB) | DOI: 10.32495/nun.v4i1.36

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan kontroversi buku David S. Powers yang berjudul “Muhammad is Not the Father of Any of Your Men: The Making of The Last Prophet”, salah satu masterpiece dari seorang akademisi yang ingin merevisi sejarah Islam dari versi yang biasa dipahami umat Islam. Buku ini juga menjadi salah satu karya revisionis yang mendapatkan paling banyak atensi berupa pujian sekaligus kritik. Review-review atas buku Powers tersebut juga dijadikan referensi utama dalam artikel ini.Dengan menguraikan dasar argumentasi Power beserta tanggapan para pemerhati sejarah Islam awal, artikel ini ingin menunjukkan bahwa dalam asumsinya yang paling mendasar sekalipun, karya Powers -dan karya revisionis lain- memiliki kelemahan metodologis: (1) asumsi dasar Powers tentang “genealogi kenabian” dan “doktrin tertutupnya pintu kenabian dalam Islam” muncul dari keyakinannya tentang adanya pola khas yang sama di antara agama-agama samawi. Usahanya untuk menemukan pola khas ini menjadikan Power apatis terhadap reliabilitas sumber Islam tradisional dan secara membabi buta menganggap semuanya fiksi dan fabula; (2) Percobaan intertekstualisasi yang dilakukan Powers terlalu absurd dan tidak apple to apple karena menggunakan dokumen sejarah di millennium kedua sebelum masehi untuk membaca sejarah di abad ke-7 Masehi; (3) rekonstruksi kodikologis Powers terhadap kata kallah vis a vis kala>lah gagal menjelaskan logika kebahasaan di balik amnesia leksikografik massal terhadap kata pertama dan muncul dengan tiba-tibanya kata kedua. Powers juga mengenyampingkan temuan lain bahwa kata kala>lah sudah dipakai sejak zaman Pra-Islam dan bahwa perbaikan manuskrip al-Qur’an yang ia temukan semata-mata hanyalah sejenis haplografi saja.