Sam’ani Sya’roni
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN

ETIKA BISNIS AL-GHAZALI DAN ADAM SMITH DALAM PERSPEKTIF ILMU BISNIS DAN EKONOMI AM. M. Hafidz MS.; Sam’ani Sya’roni; Marlina *
Jurnal Penelitian Vol 9 No 1: Mei 2012
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v9i1.128

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi: (1) pembangunan etika bisnis yang telah dirumuskan oleh al-Ghazali dan Adam Smith, (2) persamaan dan perbedaan antara dua etika bisnis pria, dan (3) relevansi bisnis mereka etika bisnis modern dunia dan ekonomi. Bisnis etika dibangun oleh al-Ghazali dan Smith di dataran praksis tidak jauh berbeda. Etika bisnis konstruksi dibangun oleh al-Ghazali didasarkan pada prinsip-prinsip seperti orientasi itikad baik tentang dunia dan akhirat, kejujuran, kepentingan pribadi dan social keseimbangan, dan perilaku / perbuatan yang tepat. Di sisi lain, etika bisnis konstruksi dibangun oleh Smith, berdasarkan keadilan, altruisme, keadilan dan liberal (kebebasan ekonomi). Baik etika bisnis yang diperkenalkan oleh kedua sangat relevan untuk menjadi digunakan sebagai bahan pokok acuan dalam etika bisnis modern.
REVITALISASI METODE DAN PERAN LEMBAGA BAHTSUL MASA’IL NAHDLATUL ULAMA (LBMNU) DALAM MENJAWAB PERSOALAN KEBIJAKAN PUBLIK Sam’ani Sya’roni
Jurnal Penelitian Vol 7 No 1: Mei 2010
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v7i1.205

Abstract

The existence of a big national Islamic social mass organization like NU, are getting involved with social, economic, politic, and state’s problems and issues, including public policy. It was convinced that NU-neese’s attitude and activity are related with their organization’s view. As a social mass organization, NU has an interest in struggling social civil welfare, but as Islamic organization, its actions, must be based on religious legitimacy (fiqh). By taking the purposes of welfare, NU -- with its subordinate organization LBMNU-- uses fiqh as a tool to reach social, politics and state goals. This view uttered the new species of fiqh, such an anti-corruption, ecology, or human trafficking. Based on the view, to aim the problem resolution of public policy, LBMNU has been revitalized the method and role of fiqh. The research has been done using qualitative method and Islamic normative approach (ushul fiqh). The data were obtained through library research as the primary one trough content analysis model.
FIQIH SEBAGAI COUNTER DISCOURSE SOSIAL POLITIK Dinamika Fiqih Nahdlatul Ulama (NU) Sam’ani Sya’roni
Jurnal Penelitian Vol 5 No 1: Mei 2008
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v5i1.236

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi formulasi hukum dan format fiqih perlawanan di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Pergeseran paradigma berfiqih dalam NU telah melahirkan arus yang kuat untuk mengfungsikan fiqih sebagai media kritik bahkan perlawanan sosial, politik-kekuasaan. Fiqih corak perlawanan memiliki landasan hukum yang kuat. Basis kekuatan gagasan fiqih perlawanan tetap mengacu pada maqashid syari’ah. Fiqih ini mengacu pada nilai-nilai kemaslahatan, keadilan, persamaan, hak asasi manusia dan sebagainya. Dalam tradisi hukum Islam, nilai-nilai publik adalah nilai-nilai yang intrinsik yang digunakan oleh banyak ulama dalam memutuskan sebuah persoalan hukum yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan politik dan kekuasaan. Dengan menempatkan nilai universal dalam konteks fiqih seperti ini, maka Islam sebagai agama rahmatan lil alamin akan dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.