Yani Talakua
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MIGRASI ORANG BUTON KE AMBON (Studi Pada Orang Buton Di Dusun Telaga Pangi Negeri Rumahtiga KecamatanTeluk Ambon, Kota Ambon) Yani Talakua
Dialektika Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.03 KB)

Abstract

Proses migrasi penduduk di Ambon ini sudah berkembang cukup lama, namun pengetahuan ilmiah tentang migrasi penduduk dari berbagai sukubangsa di Ambon masih sangat terbatas. Untuk itu yang menjadi permasalahan umum yang dijumpai dalam usaha memahami dorongan untuk melakukan migrasi Orang Buton ke Ambon antara lain; 1). Mereka datang untuk mencari kehidupan yang lebih baik; 2). Kondisi tanah di tempat asal yang terbatas untuk melakukan usaha tani; 3). Mengikuti saudara-saudara mereka yang datang dan sudah menetap di wilayah Maluku maupun Ambon sejak dahulu; 4). Terjadi perkwinan. Migrasi Orang Buton yang berasal dari Sulawesi Tenggara ke  Ambon telah berlangsung cukup lama. Proses migrasi yang dilakukan oleh Orang Buton ke daerah ini terjadi karena; 1). Atas dasar kemauan mereka sendiri; 2). Tidak ada paksaan atau anjuran dari pihak manapun juga; 3). Kondisi yang terdapat di wilayah Pulau Buton pada waktu itu kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan usaha, karena Orang Buton mayoritas bekerja sebagai petani. Mereka dari wilayah Pulau Buton atau Buton Bau-Bau. Kedua kelompok Orang Buton ini yang mayoritas mendiami Dusun Telaga Pangi. Mereka sama-sama berasal dari Tanah Buton, tetapi ciri  khas yang membedakan mereka yaitu  bahasa  daerah,  adat-istiadat, dan  budaya. Tetapi sesama Orang Buton, mereka sampai saat ini dapat hidup secara bersama di Dusun Telaga Pangi Negeri Rumahtiga.
Peran Stakeholder dalam Penanganan Anak Putus Sekolah di Kota Ambon Yani Talakua
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.875 KB) | DOI: 10.20961/sp.v13i1.22890

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kota Ambon Kecamatan Sirimau mengunakan fariabel tunggal (X) yaitu peran pemerintah Kota Ambon dalam penangan anak putus sekolah terhadap (a) Anak Putus Sekolah (b) Orang Tua Sebagai Lembaga Yang Mendasar Dalam Masyarakat (c) Pemerintah Dalam Fungsinya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa (Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan) (d) Masyarakat dan lingkungan (e) Keaktifan lembaga-lembaga Kemasyarakatan dan sosial dalam bidang pendidikan dan penanganan anak putus sekolah. Pemerintah Kota Ambon secara jelas berusaha untuk mengoptimalkan dan meminimalisasi serta menekan angka anak putus sekolah di Kota Ambon, karena pemerintah Kota Ambon turut ambil bagian dalam proses pembinaan serta perencanaan persiapan generasi muda yang lebih berdaya. Pemerintah Kota Ambon juga terus mengupayakan agar tingkat anak putus sekolah dapat ditekan seminimal mungkin dan bila perlu sampai tuntas. Kemudian lembaga-lembaga masyarakat yang lain juga memiliki peran yang sama dalam membantu proses terwujudnya kehidupan masyarakat yang sejahtera dan makmur serta meminimalisasi tingkat angka pengangguran. Satu sektor penting yang secara langsung menyediakan kontribusi paling besar pada peningkat mutu dari sumber daya manusia adalah sektor pendidikan. Pendidikan anak-anak adalah satu integral bagian dari potensi bangsa. Melalui pendidikan, anak-anak menyiapkan seperangkat pengetahuan, kesadaran positif dan kemauan menemukan dan mengelola tujuan untuk mereka sendiri di masa mendatang. Kata Kunci : Anak, Pendidikan, Peran Stakeholder, Putus Sekolah