Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Manajemen Bandwidth Menggunakan Metode Mikhmon dan User manager (Studi Kasus: Cafe Hanny Gombong) Majid Rahardi; Alfian Difa’ul Amien; Toto Indriyatmoko
Jurnal Infomedia:Teknik Informatika, Multimedia & Jaringan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v7i1.2954

Abstract

Café Hanny di kota Gombong memiliki permasalahan dengan jaringan internet pada cafenya. Masalah yang ada di Café Hanny ini adalah wifi café yang masih dapat digunakan secara bebas dengan tidak adanya limit bandwidth dan limitasi waktu pada wifi Café Hanny. Hal ini berdampak pada kecepatan koneksi dari wifi yang memiliki kapasitas bandwidth yang dibilang bandwidth pada Café Hanny tidak terlalu besar, dan dengan tidak adanya limitasi waktu, customer dapat menggunakan koneksi wifi dengan bebas. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan membangun dua jaringan hotspot yaitu Hotspot User Manager dan Mikrotik Hotspot Monitor (Mikhmon). Lalu akan dilakukan analisis dan dibandingkan untuk mendapatkan hasil jaringan mana yang lebih baik untuk digunakan pada Café Hanny. Setelah dilakukan analisis pada parameter QoS seperti throughput, delay, dan packet loss, Mendapatkan hasil pada Mikhmon adalah jaringan Hotspot yang lebih unggul daripada User Manager setelah dilakukan perbandingan pada analisis parameter QoS
Integrasi Augmentasi Data dan Machine Learning dalam Prediksi Magnitudo Gempa Bumi: Analisis dengan Random Forest Regressor dan Visualisasi Geospasial Hastari Utama; Ahlihi Masruro; Toto Indriyatmoko; Sudarmanto Sudarmanto
BHATARA: Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol 2 No 3 (2025): October
Publisher : Hemispheres Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59095/jmb.v2i3.233

Abstract

This research aims to enhance the accuracy of earthquake magnitude prediction through an integration of data augmentation techniques and machine learning based on the Random Forest Regressor, supported by geospatial visualization for in-depth analysis. The dataset used originates from the USGS (United States Geological Survey) in CSV format, encompassing over a thousand global earthquake events within one month, with seismic parameters such as location (latitude, longitude), depth, magnitude, and recording quality. In the context of imbalanced data—dominated by small earthquakes and rare large ones—a data augmentation technique based on noise injection into spatial features (latitude, longitude) and depth was applied, resulting in a dataset five times larger than the original. Evaluation results demonstrate significant improvement in model performance: MAE decreased from 0.2467 to 0.1046 (a 57.6% reduction), RMSE dropped from 0.3499 to 0.1868 (a 46.6% decrease), MSE reduced from 0.1225 to 0.0349 (a 71.5% reduction), and R² increased from 0.9493 to 0.9817. These improvements confirm that data augmentation not only reduces overfitting but also strengthens the model’s ability to predict large-magnitude earthquakes—classes most critical for disaster mitigation. Geospatial visualization displays the spatiotemporal distribution of earthquakes, identifying active seismic hotspots in regions such as the Pacific Ring of Fire, California, Alaska, and Indonesia. This research proves that data augmentation is not merely a supplementary technique but a crucial strategy to enhance model generalization and predictive performance, particularly for rare yet high-impact seismic events. The findings offer significant scientific and practical contributions to seismic hazard mitigation and risk mapping, with potential applications in early warning systems and real-time disaster response.