Ah. Yusuf
Universitas Airlangga Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI MOBILISASI DINI DAN RELAKSASISPIRITUALTERHADAP TINGKAT NYERI KLIEN POST OPERASI APENDEKTOMI (Di Rumah Sakit Islam Surabaya): The Effect Of a Combination Of Early Mobilization And Spiritual Relaxation On The Pain Level Of Clients Post Operative Appendectomy At Surabaya Islamic Hospital Moch Fatkan; Ah. Yusuf; Wesiana Herisanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 4 No. 2 (2018): JIKep | September 2018
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.13 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v4i2.184

Abstract

Apendektomi adalah prosedur yang dapat menyebabkan nyeri. Nyeri merupakan pengalaman yang diekspresikan berbeda oleh setiap orang. Klien post operasi apendektomi membutuhkan perawatan yang maksimal yang dapat membantu pemulihan fungsi tubuh. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat mengurangi nyeri adalah mobilisasi dini dan relaksasi spiritual. Mobilisasi dini berguna untuk mengalihkan perhatian klien dari nyeri yang dirasakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kombinasi mobilisasi dini dan relaksasi spiritual terhadap tingkat nyeri klien post operasi apendektomi di Rumah Sakit Islam Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperimental: pre-postest control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling yang melibatkan 18 orang kelompok kontrol dan 18 orangkelompok intervensi. Analisis data yang digunakan adalah independent t- test dengan tingkat signifikansi ? 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mean penurunan nyeri pada kelompok intervensi 2.67 dan kelompok kontrol sebesar 1.61. Analisis data menggunakan independent-t test didapatkan hasil p=0,000 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan setelah dilakukan mobilisasi dini dan relaksasi spiritual. Kombinasi mobilisasi dini dan relaksasi spiritual dapat menurunkan tingkatnyeri klien post operasi apendektomi. Kombinasi dini dan relaksasi spiritual diharapkan dapat menjadi bagian intervensi managemen nyeri pada pasien post operasi apendektomi sehingga dapat diterapkan perawat di Rumah Sakit Islam Surabaya. Kata kunci: mobilisasi dini, relaksasi spiritual, apendektomi, nyeri
Rural Cultural Influences on Family Acceptance in Schizophrenia Home Care: A Qualitative Study Dian Pitaloka Priasmoro; Retno Lestari; Ah. Yusuf; Lilik Zuhriyah
Public Health of Indonesia Vol. 12 No. 3 (2026): July - September
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v12i3.1703

Abstract

Background: Schizophrenia or severe mental disorders can impair an individual's ability to perform daily activities. The extended recovery process necessitates the involvement of family members as primary caregivers for home-based care. The cultural aspects of rural families can accelerate the process of family acceptance. Objective: This study aims to identify the cultural impact in assisting the care process of patients with severe mental disorders at home. Methods: A qualitative ethnographic approach employing focus group discussions (FGDs) was conducted with purposively selected participants, including family members, community health cadres, and nurses. Data were analyzed thematically to identify patterns in respondents’ narratives concerning mental health stigma and family caregiving in rural contexts. Results: The study revealed that rural culture shapes family acceptance through three overarching dimensions: caregiving challenges (burden of care and need for guidance), social perceptions (reduced reliance on social support, stigma, and normalization of the patient’s condition), and cultural obligations (community rules not perceived as barriers and caregiving seen as a moral duty). Families also demonstrated efforts to actively support recovery despite these challenges. Conclusions: Addressing caregiving challenges, reducing stigma through community awareness, and fostering culturally grounded support are essential in strengthening familial acceptance and recovery for individuals with schizophrenia in rural settings. Keywords: culture; community care; mental disorder; caregiver