Susanto Dwiraharjo
Sekolah Tinggi Teologi Baptis Jakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perubahan Pola Penghayatan Nilai-nilai Keagamaan pada Generasi Milenial Susanto Dwiraharjo; Rieka Noviana
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 4, No 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v4i1.105

Abstract

Perubahan pola penghayatan nilai-nilai keagamaan pada generasi milenial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pola penghayatan nilai-nilai kegamaan pada generasi millennial.  Internet pada faktanya telah menyatu dengan kehidupan masa kini. Kehadirannya tidak saja telah mengubah banyak hal dalam tatanan kehidupan sosial, tetapi juga telah mengubah perilaku keagamaan. Perilaku ibadah yang selama ini terbatasi oleh ruang dan waktu, dan itu telah dijadikan standar baku keimanan seseorang, sekarang tidak lagi demikian. Bukan saja terkait dengan ruang serta waktu peribadatan, bahkan lebih dari itu liturgi gereja yang selama ini disakralkan pun juga ikut berubah.  Luaran dari penulisan artikel  ini adalah untuk pemenuhan tugas perkuliahan. Penelitian ini menerapkan metode kualtatif dengan analisis fenomenologi. Dengan metode ini akan dapat ditemukan data-data yang terserak selanjutnya dikonstruksikan dalam satu tema yang lebih bermakna dan mudah dipahami.  Di sini peneliti akan lebih banyak berkaitan dengan data kualitatif yang bermakna, maka dengan demikian peneliti harus mampu memberi makna atau interpretasi terhadap fakta yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan melalui 4 proses, yaitu: pertama mendiskripsikan fakta berdasarkan data,  kedua melakukan analisis terhadap fakta yang ditemukan, ketiga melakukan kajian terhadap topik dari sudut pandang ajaran  Kekristeenan, dan keempat  menemukan relevansinya pada pola peribadatan generasi milenial.
Kajian Eksegetikal Amanat Agung menurut Matius 28:18-20 Susanto Dwiraharjo
JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Vol 1, No 2 (2019): Januari 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.378 KB) | DOI: 10.46929/graciadeo.v1i2.8

Abstract

The Great Commission is an integral part of the life of believers. This is the message of Christ for all citizens of the kingdom of God. It is called the Great Commission that does not mean its position is more important than other parts of the Bible. But this has demands that every believer must do. On the other hand it can be confirmed that the Great Commission is nothing but the pulse of the believer. In Matthew 28: 18-20, discussions about the Great Commission can be divided into three main parts. These three parts stand to support one another, and refer to the central theme of the Great Commission. First, the Great Commission is based on the authority of the Father bestowed on Christ. Second, the Great Commission is a continuous activity that is always inherent in the lives of believers. When the Great Commission is sustained by the ability or inclusion of Christ. These three things are the essence or essence of the interpretation of the Great Commission in the daily life of believers. Abstrak Amanat Agung adalah bagian integral hidup orang percaya. Ini adalah amanat Kristus bagi semua warga kerajaan Allah. Disebut Amanat Agung itu bukan berarti kedudukannya lebin penting dari bagian lain di dalam Alkitab. Namun ini memiliki tuntutan yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya. Di sisi lain dapat dipertegas bahwa Amanat Agung tidak lain adalah denyut nadi orang percaya. Dalam Matius 28:18-20, pembahasan tentang Amanat Agung dapat dibagi ke dalam tiga bagian utama. Ketiga bagian ini berdiri untuk saling menopang satu dengan yang lain, dan mengacu pada tema sentral tentang Amanat Agung. Pertama, Amanat Agung itu didasarkan pada otoritas Bapa yang dilimpahkan kepada Kristus. Kedua, Amanat Agung itu merupakan aktivitas berkesinambungan yang selalu melekat dalam hidup orang percaya. Ketika Amanat Agung itu ditopang oleh abilitas atau penyertaan Kristus. Ketiga hal ini merupakan hakekat atau intisari dari intepretasi Amanat Agung dalam hidup harian orang percaya.
Meningkatnya Relasi Sosial dalam Masyarakat pada Masa Pandemi Susanto Dwiraharjo
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 1: Agustus 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i1.116

Abstract

The Covid-19 pandemic has lasted over a year and a half. This epidemic has caused severe social problems. All aspects of life have been affected. However, amid this frightening epidemic, a social activityshows mutual care for one another through social relations. This research uses a qualitative research method with a case study approach related to Biblical studies; this research uses an exegesis approach. This research is intended to produce an article regarding social relations amid the Covid-19 pandemic.  AbstrakPandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari satu tahun setengah. Wabah ini telah mengakibatkan berbagai persoalan sosial yang sangat serius. Semua sendi kehidupan telah terkena dampak. Namun di tengah-tengah wabah yang menakutkan ini, ada sebuah aktivitas sosial yang menunjukkan sikap saling mempedulikan satu dengan yang lain dalam satu bentuk relasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, terkait dengan kajian Alkitabiah, penelitian ini menggunakan pendekatan eksegesis. Penelitian ini dimaksud untuk menghasilkan sebuah tulisan berkenaan relasi sosial masyarakat di tengah-tengah terjadinya pandemic Covid-19.  
Konsep Pengangkatan Gereja Menurut 1 Tesalonika 4:13-18 Susanto Dwiraharjo
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 5, No 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v5i2.6

Abstract

The rapture is an essential teaching in the Bible, but on the other hand, it still creates many arguments in a polemic. This is due to the many different methods of interpretation. The method used in this research is exegesis. This method approaches the text using the original language in which the Bible was written. With this writing, a biblical truth can be found, which can be a reference for believers. The rapture is an essential Bible teaching at the end of systematic theology. AbstrakPengangkatan adalah ajaran penting dalam Alkitab, namun di sisi lain masih menim-bulkan banyak argumentasi dalam suatu polemik. Hal tersebut disebabkan adanya banyak ragam metode interpretasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksegesis. Metode ini melakukan pendekatan terhadap teks dengan menggunakan bahasa asli Alkitab ditulis. Diha-rapkan dengan penulisan ini dapat ditemukan suatu kebenaran alkitabiah yang dapat menjadi rujukan bagi orang percaya. Pengangkatan adalah ajaran penting Alkitab yang ditempatkan pada bagian akhir teologi sistematika.  
Memaknai Konsep Firman Menjadi Manusia dalam Bingkai Resiliensi Iman Kristen: Studi Eksegesis Yohanes 1:14 Susanto Dwiraharjo
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 6, No 2: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v3i2.59

Abstract

The various perspectives on Christology often create confusion among the people of God. Each perspective presents different arguments, making conducting a biblical study necessary. Therefore, this paper attempts to provide an answer based on the foundations of the Bible. The method employed is exegesis. Exegesis is a method of interpreting the Bible that emphasizes an approach with various analyses using the original language of the Bible as its primary foundation. Thus, it is hoped that a biblical truth will be obtained to address the abovementioned perspectives.  AbstrakAdanya berbagai pandangan tentang Kristologi seringkali menimbulkan kebingungan bagi umat Tuhan. Masing-masing pandangan memberi argumentasi yang berbeda-beda. Berkenaan dengan itu diperlukan suatu kajian Alkitabiah terkait hal tersebut. Oleh karena itu, makalah ini mencoba memberi suatu jawaban yang didasarkan pada dasar-dasar Alkitab. Metode yang digunakan adalah eksegesis. Eksegesis adalah metode tafsir Alkitab yang mengedepankan pendekatan dengan berbagai analisis dengan bahasa asli Alkitab sebagai dasar utamanya. Dengan demikian diharapkan nanti akan mendapat suatu kebenaran Alkitabiah yang dapat memberi jawaban atas berbagai pandangan di atas.