Endang Wahyuningsih
Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN KOPERASI BERBASIS SYARIAH SESUAI DENGAN SAK- ETAP Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day Vol. 1 No. 1 (2020): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.717 KB)

Abstract

Bimbingan teknis Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi berbasis syariah sesuai dengan SAK-ETAP yang dilaksanakan bagi pengelola operasional koperasi syariah sekolah Imam Bukhori berlangsung selama satu haru (8 JPL) diberikan oleh satu orang nara sumber dan diikuti oleh empat (4) orang yang terdiri dari satu orang manajer koperasi dan tiga orang pemegang buku/akuntansi masing-masing unit usaha. Bimbingan teknis merupakan bimbingan on the job training di mana bimbingan berlangsung pada tempat kerja yang sebenarnya, dengan menggunakan data laporan keuangan yag dimiliki koperasi dan akan disusun laporan keuangannya. Materi yang diberikan adalah: Pemahaman sekilas tentang SAK-ETAP, Koperasi berbasis syariah, Proses Akuntansi, dan Penyususunan laporan keuangan berbasis SAK –ETAP.
PELATIHAN PERKOPERASIAN DI KAWASAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day Vol. 1 No. 2 (2020): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.818 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v1i2.408 for articles

Abstract

Kegiatan pelatihan bagi pengelola Koperasi di Kawasan perikanan dan peternakan Kabupaten Tasikmalaya dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan usaha bersama melalui koperasi sebagai lembaga ekonomi yang ikut terdampak oleh wabah pandemi Covid-19 baik secara langsung dan tidak langsung sehingga menurunkan intensitas kegiatan ekonomi para anggotanya. Dengan meningkatnya pemahaman dan kompetensi melalui kegiatan pelatihan dalam pengelolaan usaha koperasi diharapkan para pengurus dan anggota mampu memberdayakan diri untuk keluar dari keterpurukan ekonomi akibat wabah Covid-19. Pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari ini diikuti oleh para pengurus koperasi peternak dan perikanan dengan materi terkait dengan pengelolaan usaha koperasi dan kewirausahaan. Materi pelatihan yang diberikan bukan hanya bersifat kognitif/pengetahuan tentang perkoperasian, tetapi juga tentang manajemen koperasi, keterampilan mengelola dan mencatat keuangan serta kewirausahaan yang akan menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang pemberani dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tekanan dan kondisi yang tidak menguntungkan. Tentu saja kegiatan ini tidak akan mampu efektif tanpa peran serta para pembina koperasi pasca pelatihan, sehingga pembinaan secara berkelanjutan tetap diperlukan agar koperasi dan para anggotanya akan mampu terus menggerakkan roda perkeonomian di daerah masing-masing.
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Untuk Usaha Mikro dan Kecil Para Pelaku UMK Di (Lingkar Kampus) Penerima Bantuan Sosial Usaha, Desa Sayang RW 04 Kelurahan Jatinangor, Kabupaten Sumedang Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day Vol. 2 No. 1 (2021): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.882 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v2i1.469 for articles

Abstract

Untuk mampu mengeloa usaha secara profesional, pelaku UMKM tidak hanya memerlukan modal berupa dana tetapi juga kemampuan pengelolaan dalan administrasi keuangan. Pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien harus didukung oleh penyelenggaraan pembukuan secara tertib dan terstandar yag disebut Akuntansi. Proses akuntansi akan menghasilkan laporan keuangan yang dengannya manjemen UMKM dapat melakukan perencanaan keuangan secara sitematis dan mampu mengambil keputusan secara logis dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu setiap pelaku usaha dalam hal ini UMKM wajib menyelenggarakan penyusunan laporan keuangan dan menyajikannya secara terstandar, baik untuk kepentingan manajemen maupun untuk kepentingan pihak eksternal (Bank, Pemerintah, ataupun mitra investor). Bimbingan teknis diselenggarakan dengan frekuensi pertemuan sebanyak empat (4) kali, setiap pertemuan berdurasi dua (2) jam, seorang instruktur membimbing tidak lebih dari empat (4) pelaku UMKM. Bimbingan teknis dilakukan berbasis data riil milik perusahaan masing-masing peserta. Dengan demikian para peserta lebih dapat memahami dan dapat mempraktekannya di kemudian hari. Selama Bintek berlangsung, suasana belajar sangat kondusif dan peserta cukup aktif dan semangat dalam mengikuti seluruh materi sejak awal hingga selesai Tindak lanjut binmtek ini perlu dilakukan dalam bentuk bimbingan penggunaan aplikasi digital agar para pelaku UMKM semakin memahami teknologi dan mampu memanfaatkan secara optimal.
Kursus Online Digitalisasi Bisnis Bagi Pelaku Usaha Skala Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bidang Kuliner Dalam Mengantisipasi Pelambatan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19 Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day Vol. 2 No. 2 (2021): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.331 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v2i2.910 for articles

Abstract

Wabah Pendemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya para pelaku usaha bahwa lingkungan dapat berubah dengan sangat tiba tiba tanpa dapat diprediksi. Para pelaku usaha jharus dengan sigap melakukan banyak penyesuaian jika tidak ingin terlindas oleh wabah ini, antara lain penyesuaian dalam hal model bisnis. Ketika interaksi penjual dengan pembeli tidak dapat dilakukan secara langsung face to face, maka transaksi online menjadi solusi yang paling aman secara kesehatan dan dapat dijangkau secara efisien, dengan syarat sumber daya manusia pelaku usaha harus meningkatkan kompetensi di bidang digitalisasi bisnis. Dalam rangka meningkatkan kompetensi digital para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta tetap dalam koridor protokol kesehatan Pandemi, maka kursus online digitalisasi bisnis ini diselenggarakan. Peserta kursus dijaring melalui group-group dan komunitas yang ada media sosial. Sedangkan materi kursus berupa teknis produksi olehan kuliner yang potensial untuk bisnis online dan materi tentang bagaimana menjalankan usha/bisnis online bagi pemula. Setelah mengikuti kursu ini, diharapkan para peserta mempunyai kompetensi yang memadai untuk membuka atau meningkatkan usaha dan beralih ke model bisnis online. Kursu diselenggarakan dengan metode sharing materi dan diskusi melalui group whatsapp, selama tujuh ahari masing masing empat jam per hari. Paserta diawajibkan untuk praktek membuat produk dan praltek membuka bisnis online, yang akan dibimbing oleh para narasumber yang berpengalaman dan kompeten. Tindak lanjut dari kursu ini adalaha para peserta akan tetap memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan mereka selama tiga bulan. Kursus ini dapat dikembangkan denga skala yang lebih luas dan dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten dengan keahlian yang lebih spesifik misalnya kursus marketing digital, kursus membuat kontent di sosial media untuk beriklan, kursus memanfaatkan sosial media yang organik maupun yang berbayar
Bimbingan Teknis Manajemen Perkoperasian Dengan Materi Permodalan Koperasi Oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Perindustrian Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day Vol. 3 No. 2 (2022): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.045 KB) | DOI: 10.32670/ecoopsday.v3i2.2432 for articles

Abstract

Koperasi adalah badan usaha yang mempunyai tujuan utama mensejahterakan anggota, untuk itu koperasi harus bekerja secara profesional dengan tetap berada koridor nilai-nilai dan prinsip-prinsip koperasi sebagai pembeda dengan badan usaha lainnya. Permodalan koperasi bersumber dari modal sendiri dan modal utang. Modal sendiri terdiri dari modal internal yaitu cadangan yang berasal dari alokasi sisa hasil usaha  dan modal dari pemilik berupa Simpanan pokok dan simpanan wajib. Modal utang dapat berasal dari anggota dan dari lembaga, baik lembaga pemerintah maupun lembaga keuangan Bank dan Non Bank. Pengelolaan permodalan koperasi bermakna bahwa penggunaan modal yang sudah ditarik dari sumber-sumber yang ada harus menghasilkan manfaat bagi anggota semaksimal mungkin .Ukuran efektivitas penggunaan modal pada koperasi yang bergerak pada usaha sektor riil dapat diukur dan dievaluasi dengan menggunakan rasio keuangan antara lain rasio rentabilitas, rasio aktivitas dan rasio likuiditas. Sedangkan evaluasi kinerja keuangan atau permodalan koperasi yang bergerak di sektor usaha jasa keuangan menggunakan rasio-rasio yang mengacu pada penilaian kesehatan usaha simpan pinjam
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi Berbasis SAK ETAP bagi Juru Buku Koperasi Kabupaten Bandung Jawa Barat Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day Vol. 4 No. 1 (2023): E-coops-day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ecoopsday.v4i1.3115 for articles

Abstract

Financial reports are a form of financial information produced by a business entity that will be veryuseful for decision-making by internal parties (management) and external parties. A financial reportthat can be used to make decisions must comply with nationally applicable financial reportingstandards, for that preparation of cooperative financial reports must refer to financial accountingstandards. Cooperatives refer to financial accounting standards for Entities Without PublicAccountability (SAK ETAP). The resulting financial reports consist of five types, namely: Calculationof Operating Results (PHU) reports or Loss/Profit Reports; balance sheet; Statement of changes in the capital; Notes to Financial Statements. As a business entity that has character values and principles, the preparation of cooperative financial reports must also pay attention to and apply cooperative principles. Preparation of cooperative financial reports showing business financial information for one period, in which cooperatives have several types of businesses, namely financial services businesses, trading businesses, and real/non-financial sector service businesses. In this technical guidance, the financial reports prepared are financial reports for financial service businesses, namely the case of savings and loan cooperatives
Bimbingan Teknis Pengalokasian dan Pembagian Sisa Hasil Usaha Kepada Anggota Sesuai Dengan Prinsip-prinsip Perkoperasian di Koperasi Gula RAFINASI, Kota Yogyakarta Endang Wahyuningsih
E-Coops-Day Vol. 4 No. 2 (2023): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ecoopsday.v4i2.3615

Abstract

The remaining results of operations is one measure of the success of a business entity. the formation of residual business results is proof of solid cooperation between members as owners as well as customers of cooperatives and cooperative managers who always try to work optimally, effectively, and efficiently. Thus if there is excess/surplus/remaining income after being able to cover all operating expenses and expenses of the cooperative organization, it is only natural that the surplus is allocated to all parties who participate in producing it. Cooperatives are business entities that work with the principles set out in Law No. 25 of 1992, thus in allocating the remaining results of its operations must also be based on the principles it adheres to. In allocating the remaining operating results according to cooperative principles, namely: The distribution of the remaining operating results is carried out fairly in proportion to the amount of business services of each member; Provision of limited remuneration for capital; independence; cooperative member education; cooperation between cooperatives. While the distribution of the remaining results of cooperative operations to members consists of elements, namely the distribution of the remaining results of operations on capital services (contributions) of each member and the distribution of the remaining results of operations on business services (transactions) of each member. Keywords: Remaining Profits (SHU), Cooperative Principles, Allocation and Distribution of SHU
Bimbingan Teknis Penyusunan Anggaran Operasional Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi Konsumen Bagi Pengurus Koperasi di Jawa Barat Wahyuningsih, Endang
E-Coops-Day Vol. 5 No. 1 (2024): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecoopsday.v5i1.4197

Abstract

Professional business management includes, among other things, implementing management functions correctly and precisely. One of the fundamental management functions is preparing rational, detailed, and measurable planning. For this reason, all cooperative managers must be able to prepare plans, both work program plans and financial plans to implement the work program, which is often called the cooperative income and expense budget. This reason is one of the reasons for providing technical guidance carried out by the West Java Province Cooperative Education and Training Center with material including the preparation of the Cooperative Work Plan and Revenue and Expenditure Budget (RKAPBK). The work plan is prepared according to the type of cooperative activity, which in this case is consumer cooperatives and savings and loan cooperatives. If the cooperative has activities related to the financial services business, then all management, including the preparation of the RKAPBK, must be made separately. This is absolutely necessary because financial services businesses are financial sector businesses and trading businesses are real sector business activities. In the financial services business of savings and loan cooperatives, money is a product whose benefits are taken, which will generate income over time. Meanwhile, in the real business sector, the products being traded are goods and money is the means of payment. For this reason, in this technical guidance, the RKAPBK case for financial sector businesses in Savings and Loans Cooperatives and the RKAPK case for the real sector business of Consumer Cooperatives are discussed.
Pelatihan Peningkatan Pemahaman Anggota Terhadap Organisasi Koperasi Sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi dan Pengembangan Usaha Koperasi di Primer Koperasi Kartika D09 Kota Yogyakarta Wahyuningsih, Endang
E-Coops-Day Vol. 5 No. 2 (2024): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecoopsday.v5i2.4691

Abstract

This training was held starting with a request to the Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Indonesian Cooperative University from the Primary Management of the Kartika D09 Cooperative, Yogyakarta City, to provide understanding to members and administrators regarding how members can better understand cooperatives, their rights and obligations as members, while for administrators to better understand cooperative governance so they are able to serve members effectively and efficiently. From this request, LPPM assigns lecturers who have competencies in the desired field to be trained. Due to technical obstacles related to the time and place of implementation, in order to continue to be carried out effectively and efficiently, the training uses online methods with the zoom meeting platform. The training was attended by members and administrators and the material was provided by an instructor who had received an official letter of assignment from LPPM. Cooperative management carried out by management and supervised by supervisors must refer to the implementation of cooperative principles. There are seven principles of cooperatives, namely membership is voluntary and open; management is carried out democratically; distribution of remaining business results is carried out fairly and in proportion to the amount of service of each member; limited compensation for capital; independence; cooperative education and cooperation between cooperatives. It is hoped that increasing understanding of cooperatives will increase member participation. Member participation consists in particular in utilizing cooperative services, which will increase income so that it is hoped that it can encourage the creation of greater residual business results which will then be allocated for the welfare of members as well. The welfare of members can be measured in units of economic benefit if members utilize cooperative services. There are benefits obtained when carrying out transactions, namely the existence of profitable price differences and welfare obtained from the distribution of remaining business results carried out by the cooperative when it obtains a surplus from its business activities. Measuring the benefits or welfare of members will be different for each type of cooperative.
Pelatihan Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola Koperasi Modern Sektor Pangan di Pekanbaru Provinsi Riau Wahyuningsih, Endang
E-Coops-Day Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecoopsday.v6i1.5165

Abstract

Training on institutional strengthening and management of modern cooperatives in the food sector in Riau Province, Pekanbaru City was held for three days from 24 to 26 September 2024 with a total of 24 training hours organized by the Ministry of Cooperatives and MSMEs in collaboration with the Indonesian Cooperative University by providing material in the form of Cooperative Management, Cooperative Financial Management and Cooperative Business Digitalization. There were 30 training participants of the cooperative boards and supervisors. The training method used in this training is presentation of material, discussion and discussion of cooperative cases of training participants. The material provided regarding cooperative management consists of: understanding, organization and values ​​and principles of cooperatives as an identity as the basis for cooperative activities. Cooperative financial management material consists of concepts and their application in cooperatives in terms of capital, and how to assess cooperative financial performance. The cooperative digitalization material consists of concepts and applications that can be taken as examples to be applied to each participant's cooperative.