Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Metafisika Simbol Keris Jawa Nurhadi Siswanto
Jurnal Filsafat "WISDOM" Vol 22, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jf.3104

Abstract

Persoalan esensial dalam pengkajian metafisika simbol didasarkan pada dua pertanyaan pokok yaitu: (1) apakah simbol imanen dalam kemanusiaan saja (hanya berakar dan terbatas dalam roh manusia saja) ataukah simbol juga berakar kepada yang transenden (yang mengatasi manusia dan kehidupannya)?; dan (2)  apakah simbol hanya berdimensi horizontal saja ataukah berdimensi vertikal juga?Penciptaan keris merupakan perpaduan dari keinginan, harapan, tujuan, dan manfaat yang diinginkan dari sang pemesan keris dengan olah rasa, karsa, dan cipta sang empu yang terwujud dalam simbol-simbol pada luk, dhapur, dan pamor keris. Sang empu dalam proses tersebut, masuk dalam dimensi simbol-simbol umum yang berlaku dalam masyarakat Jawa. Keris Jawa bila dianalisis dari sudut metafisika simbol, maka terlihat simbolisasi keris Jawa pada golongan awam (masyarakat umum) lebih bersifat vertikal-transendental; pada golongan khusus (kaum intelek) simbolisasi keris Jawa berdimensi ganda yaitu vertikal-transendental, sekaligus horizontal-imanen; sedangkan pada golongan baru (yang menganggap keris adalah benda seni), simbolisasi keris Jawa lebih berdimensi horizontal-imanen.Kata kunci: keris, simbol, metafisika
Peramalan dan Optimasi Produksi pada Produksi Emas di PT. “X” menggunakan Metode Mixed Integer Programming Zulfikar Cahya Gumilang; Nurhadi Siswanto
Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Vol 3, No 2 (2016): Desember
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jsmb.v3i2.2621

Abstract

PT. “X” adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang perhiasan emas. Produk yang dihasilkan berupa perhiasan kalung, gelang, cincin, liontin, anting, emas batangan dan koin baik berupa jenis polos maupun variasinya. Kontribusi keuntungan paling besar yang di dapat oleh PT. “X” berasal dari jenis kalung. Digunakan metode peramalan dengan memperhatikan tren data permintaan produk dari perusahaan ini yang kemudian hasil dari peramalan tersebut digunakan sebagai acuan untuk melakukan permodelan Mixed Integer Programming. Proses pemodelan tersebut dilakukan untuk melakukan optimasi dari segi perencanaan produksi dengan memperhatikan aspek aspek seperti permintaan kalung polos yang sudah ada, bahan baku emas dan juga kapasitas mesin. Hasil optimasi untuk periode Januari–Maret 2017 diketahui keuntungan yang didapat dari 8 model kalung polos tersebut adalah 44.091 Kg. Hasil analisis kepekaan menunjukkan Perubahan permintaan berdamapak rata-rata 1.62 % pada keuntungan perusahaan untuk setiap perubahaan 1 %. Penambahan bahan baku sebanyak 5 % memberikan keuntungan yang sama dengan penambahan bahan baku 10 % yaitu      0.18 %. Pengurangan kapasitas mesin sebesar 2.5 % dan penambahan kapasitas 5 % tidak memberikan perubahan terhadap keuntungan perusahaan.
Penentuan Lokasi Gudang Penyangga Regional PT. “X” Wilayah Jawa Timur Septiandre Septiandre; Nurhadi Siswanto
Jurnal Studi Manajemen dan Bisnis Vol 3, No 2 (2016): Desember
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jsmb.v3i2.2622

Abstract

PT. “X” merupakan perusahaan pupuk terlengkap di Asia tenggara. Untuk memperlancar sarana pendistribusian pupuk dari pabrik ke petani, PT. “X” telah membangun jaringan pemasaran yang kuat. Untuk mencapai tingkat efisiensi yang tinggi, diperlukan sistem distribusi yang baik. Gudang penyangga merupakan salah satu cara untuk menekan biaya transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan letak gudang penyangga dan kapasitas dari masing-masing gudang penyangga tersebut di Jawa Timur serta memberikan rekomendasi untuk menekan biaya yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan menggunakan metode P-Median. Hasil yang didapat adalah biaya optimum dari model matematis pada penelitian ini sebesar Rp 216.046.540.140,-  selama satu tahun dengan total suplai sebesar  3.565.398 ton yang diperoleh dari 24 gudang penyangga. Sehingga biaya distribusinya menjadi Rp 61.000/ton. Jika dibandingkan dengan biaya distribusi saat ini, terjadi penurunan sebesar 67% untuk tiap ton nya.