Nadiatus Salama
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

The Meaning of Lay-off in the Eyes of Survivors Salama, Nadiatus
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v27i3.4232

Abstract

One of the common changes done by companies is downsizing, or also known as lay-off. Lay- off can have negative effects, not only to the victims but also to the survivors (those chosen to continue working in the company). This qualitative research with phenomenology approach used intensive dan deep interview to eight chosen survivors by using theoretical sampling. The veri- fication of the research results was done by using member checks and external audits. Results of this research showed that survivors felt that the lay-off was done unfairly, with subjectivity, and non-transparant, affecting their psychological condition, performance, and loyalty to the company. The survivors also did coping to their condition like external coping to help them solve the problems that occured because of the lay-off. Salah satu bentuk perubahan yang biasa dilakukan oleh perusahaan adalah downsizing (peram- pingan tenaga kerja) atau yang biasa disebut dengan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Ternyata PHK bisa menimbulkan terjadinya dampak negatif, tidak hanya pada mereka yang menjadi korban PHK tapi juga pada survivors(mereka yang terpilih untuk tetap bekerja dalam perusahaan).Penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi ini menggunakan wawancara intensif dan mendalam kepada delapan orang survivors yang dipilih dengan menggunakan theoretical sampling. Verifikasi hasil penelitian dilakukan dengan melakukan member checks dan external audits. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa survivors merasa PHK yang terjadi dilakukan secara tidak adil, ada unsur subyektivitas, dan tidak transparan, sehingga akhirnya memengaruhi kondisi psikologis, kinerja, dan loyalitas survivors kepada perusahaan. Survivors juga melakukan coping, seperti coping eksternal guna membantunya mengatasi masalah yang timbul akibat PHK.