Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA PUTRI DI DESA NANOW KECAMATAN TELUK DALAM: Factors Related To Early Marriage In Adolescent Women In Nanow Village, Telukdalam District Ina Rahawa; Nurul Mouliza
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 8 No. 1 (2022): JIKeb | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v8i1.1032

Abstract

Background Early marriage is a marriage carried out by someone who is still at an early age or still in his teens. Matchmaking habits still exist in Nias, North Sumatra, because women are not allowed to be close to men, let alone dating. don't know each other. The facts show that 36.7% of early marriages were requested by their parents and 0.9% were forced by their parents to marry. The biggest impact of early marriage and forced marriage is exploitation and violence against women as wives in the household. The purpose of this study was to determine the factors associated with early marriage in adolescent girls in Nanowa Village, Telukdalam District. The purpose of this study was to determine the factors associated with early marriage in adolescent girls in Nanowa Village, Telukdalam District in 2020. The research design used is quantitative method, which is a means to test objective theory by examining the relationship between variables. The method used in this research is a survey with a correlational approach. The population in this study were 110 young women in Nanowa Village, Telukdalam District, the sampling in this study was 52 people using the Slovin formula. Subsequent studies were analyzed using univariate and bivariate data analysis. The results of the study with a chi-square at a=0.05 with a knowledge variable p-value 0.031 (p<0.05), economic p-value 0.000 (p<0.05), social p-value 0.005 (p<0.05), and cultural p-value 0.010 (p<0.05) so that it shows that there is a relationship between knowledge, economy, association and culture with early marriage in adolescents. The conclusion is that there is a relationship between knowledge, economy, association, and culture with early marriage in young women in Nanowa village, Telukdalam sub-distric
Hubungan Intensitas dan Durasi Penggunaan Gudget Sejak Dini Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 0-6 Tahun di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Langsa Mahdatul Liza; Afrida Ristia; Ina Rahawa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini (0–6 tahun) berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Secara global, sekitar 5–10% anak mengalami keterlambatan bicara dan bahasa. Kemajuan teknologi dan informasi yang pesat telah membawa pengaruh besar terhadap kehidupan manusia, Penggunaan gadget yang awalnya bertujuan sebagai sarana edukasi dan hiburan justru dapat menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini di lakukan untuk Mengetahui hubungan intensitas dan durasi penggunaan gudget sejak dini terhadap perkembangan bahasa anak usia 0-6 tahun di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 0-6 tahun yang berkunjung ke Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Langsa pada periode penelitian, jumlah sampel sebanyak 30 sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas penggunaan gadget pada anak 1-6 tahun sebagian besar dalam kategori sedang sebanyak 14 anak (46,7%) dan sebagian kecil menggunakan gadget dengan intensitas rendah sebanyak 5 anak (16,6%). Durasi penggunaan gadget pada anak 1-6 tahun sebagian besar dalam kategori sedang sebanyak 19 anak (63,3%) dan sebagian kecil menggunakan gadget dengan durasi rendah sebanyak 1 anak (3,4%). Sebagian besar perkembangan bahasa anak usia 0-6 tahun dalam kategori caution sebanyak 21 responden (70%). Tidak ada hubungan intensitas penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak 0-6 tahun dengan p-Value 0,242 (p>0,05). Ada hubungan durasi penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak 0-6 tahun dengan p-Value 0,007 (p<0,05). Diharapkan penelitian ini bisa dijadikan sebagai acuan dalam memberikan edukasi dengan mengadakan konseling pra natal pra-natal dan pasca-natal mengenai faktor risiko perkembangan bahasa sejak dini, termasuk pola penggunaan gadget pada anak usia dini.