This Author published in this journals
All Journal Visual Art
Amrizal Salayan
Institut Teknologi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA PERAN Rahdini, Alfiah; Salayan, Amrizal
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kebutuhan tiap individu untuk berinteraksi dengan individu lain adalah hal yang menyebabkan individu tersebut menjadi mahluk sosial. Interaksiantar manusia melahirkan peran dalam kehidupan manusia. Di semua masyarakat yang pernah dikenal, hampir semua orang hidup terikat dalamjaringan kewajiban dan hak keluarga yang disebut hubungan peran (role relation). Maka setelah itu, manusia mulai membentuk dirinya berdasarkanperan yang diberikan oleh keluarga atau peran yang dipilih olehnya sendiri, atau juga peran yang diberikan sekaligus dipilihnya sendiri. Oleh karenaitu setiap manusia adalah peran utama dan masing-masing peran mendefinisikan peran lainnya. Maka dari itu terjadi dinamika peran, dimana kondisisebuah peran tidak pernah stabil atau selalu berubah-ubah ketika menghadapi peran lainnya. Dalam kondisi dinamika peran ini, saya ingin menikmatisetiap peran yang saya mainkan. Saya ingin menikmati hubungan dengan setiap peran yang berada dihadapan dan disekitar saya. Saya ingin merdekadan bijaksana dalam membangun dan menyutradarai peran saya yaitu dengan menghargai proses penyutradaraan peran lain disekitar saya. Dengankata lain saya pada akhirnya menempatkan diri sebagai manusia yang memiliki peran yang setara dengan manusia lainnya, yaitu peran sebagaisutradara. Dengan selalu terhubung dan berkomunikasi dengan setiap peran disekitar saya. Agar dapat mengimplementasi gagasan ini, sayamenggunakan teknik lifecasting dan metode seni instalasi untuk merekam dan menyalin gestur dan impresi realistik masing-masing peran sesuaikomunikasi peran dari naskah gestural yang coba saya tawarkan pada mereka serta membangun konfigurasi ruang untuk membuat keintimanhubungan perannya. Secara visual saya hadir dalam tiap percakapannya, dan hadirpun dalam sifat visual yang sama yaitu transparan. Yang saya cobasampaikan adalah sebuah metode penyutradaaran yang halus, yang adil menurut saya yaitu yang saling mau melihat menembus, mau memahami, maumenjadi. Maka keberhasilan dalam proses interaksi tersebut menjadi sangat penting. Apapun peran yang dipilih ataupun disematkan yang palingpenting adalah mengusahakan untuk tetap ‘saling’ dalam banyak hal. ‘Saling’ adalah dinamika yang menyebabkan hidup terus bergulir, menandakankeberadaan orang lain disekitar kita. Saling selaras.
RWA BINEDA (HARMONY IN DUALITY): SAKRAL-PROFAN Diva Nayaka, I Gusti Ngurah; Salayan, Amrizal
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kondisi dunia luar yang semakin khaotik melatari penulis untuk mempelajari keteraturan dalam spiritualitas agama dan budaya tradisional pada seri karya tugas akhir ini. Melalui kajian kosmologi Hindu-Bali, penulis mencari esensi dari budaya tradisi yang sakral untuk dipertemukan dengan esensi dari budaya modern yang profan, kemudian dituangkan secara formalistik kedalam bahasa rupa, yang merupakan sebuah pencarian akan kesatuan, keseimbangan, irama, proporsi, hingga mencapai harmoni sebagai suatu solusi diri. Dualitas sakral-profan erat kaitannya dengan jiwa dan tubuh, sehingga lebih sesuai jika dianalogikan sebagai isi dan wadah. Pada akhirnya penulis menyimpulkan bahwa Yang Sakral merupakan harmoni itu sendiri antara sakral dan profan.