Atdi Maseta Prones
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Filosofi Ungkapan Bere Secupak, Ikan Sejerek, Madar Pada Masyarakat Pesisir Bengkulu. Atdi Maseta Prones
Manthiq Vol 4, No 2 (2019): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v4i2.3513

Abstract

 Dalam tulisan ini, penulis mengajak pembaca untuk mengetahui bagaimana penerapan filosofi bere secupak, ikan sejerek, madar pada masyarakat pesisir kota Bengkulu. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna filosofi dari ungkapan bere secupak, ikan sejerek madar? Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian lapangan (field research) dengan berdasarkan pada data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Penerapan metode penelitian ini dimulai sejak melakukan persiapan penelitian, pelaksanaan pengumpulan data, serta analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan observative partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif secara umum dimulai sejak pengumpulan data, reduksi data, pemusatan perhatian, pengabstrakkan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan di lapangan. Display data dilakukan dengan menggunakan bentuk teks naratif, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan hakekat makna filosofi ungkapan bere secupak, ikan sejerek, madar melambangkan karakter orang Bengkulu yang memiliki etos kerja yang tinggi, tidak pemalas, berprinsip dan bertanggung jawab. Filosofi tersebut juga mengandung makna kesederhanaan, melambangkan konsep syukur, konsep tawakal, serta konsep keseimbangan dalam rangka menggapai kehidupan dunia dan akhirat. Adapun penerapan filosofi tersebut masih terdapat dualisme makna yang berkembang di kalangan masyarakat, masyarakat yang beranggapan positif tentang makna tersebut, lebih melihat konteks yang tersirat di dalam filosofi tersebut.Sedangkan mereka yang beranggapan negatif tentang filosofi tersebut cenderung memaknai filosofi tersebut secara tekstual, sehingga masyarakat terkecoh kepada teks ungkapan dari pada makna yang tersirat dalam ungkapan tersebut.