Harlen Devis Munandar
Kementerian Agama Rejang Lebong Jl. Raya Lebong Atas Komplek Perkantoran PEMDA Lebong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KEMENTERIAN AGAMA REJANG LEBONG DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN RADIKALISME DI REJANG LEBONG Harlen Devis Munandar
Manthiq Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v1i1.313

Abstract

Abstrak: Strategi Kementerian Agama Rejang Lebong Dalam Pencegahan Penyebaran Radikalisme Di Rejang Lebong.  Artikel  ini  dilatarbelakangi oleh  banyaknya terjadi  kekerasan yang  mengatasnamakan  agama. Jenis  penelitian ini adalah kualitatif. Dalam  menganalisis data  digunakan dua  jenis  data,  data  primer  dan data  sekunder, yaitu semua informasi  yang berkaitan dengan penanganan paham radikal,  undang-undang, pendapat para  tokoh,  dan sebagainya. Pendekatan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Metode  pengumpulan data  adalah wawancara dan dokumentasi. Hasilnya, kemunculan radikalisme di  Rejang  Lebong  disebabkan beberapa  faktor,  di  antaranya: Perbedaan pemahaman  dan pendapat terhadap ajaran Islam, kualitas pendidikan, ghuluw (ekstrims) dalam pemahaman dan pengamalan agama, jauh dari bimbingan ulama dalam mempelajari dan memahami ajaran agama, para da’i kurang matang dari segi ilmu, kesabaran dan pengalaman dalam  menghadapi tantangan dakwah, dan sikap individualisme masyarakat. Adapun  strategi  yang diterapkan oleh  Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Rejang  Lebong dalam  mencegah penyebaran radikalisme tersebut adalah membuat materi  dan  naskah khutbah Jumat, seminar dan bedah buku tentang radikalisme, membina para tokoh agama, remaja Islam masjid, melakukan kerjasama lintas  sektoral  seperti  dengan MUI, safari  Jumat  dan  safari  Ramadhan, dialog  antar  pemuka- pemuka lintas  agama bersama FKUB, dan  meningkatkan pengawasan ulama  dan  pihak  terkait  terhadap perkembangan pemahaman agama yang berkembang di masyarakat.