Rilliandi Arindra Putawa
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Komparatif Makna Konsep Bumi, Dunia dan Alam Semesta Rilliandi Arindra Putawa
Manthiq Vol 6, No 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v6i2.5630

Abstract

Metaphysical problems in the field of philosophy are not only limited to general things such as existence, reality, or space-time, but there are other problems related to the conception of what humans say as reality that is in front of their eyes. The concept of the earth, the world, and universe are three popular concepts that refer to the set of everything that can be explored by human knowledge. This research is a comparative study that tries to compare the three concepts and try to analyze the relationship between the three concept from a philosophical point of view. The results showed that the concept of the world is a concept that can refer to the other two concepts and has implications for each meaning.
Studi Komparatif Pendekatan Matematika dan Filsafat dalam Menganalisis Permasalahan Konsep “Segala Sesuatu” Rilliandi Arindra Putawa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.39727

Abstract

Kata semua atau semesta sebagai konsep paling universal menjadi kajian dari berbagai keilmuan, tidak terkecuali keilmuan matematika dan filsafat. Permasalahan konsep segala sesuatu tidak hanya sekedar bagaimana memenuhi kelengkapan, melainkan apa yang akan terjadi apabila konsep tersebut berada pada kondisi lengkap. Pada bidang matematika, suatu himpunan yang dikatakan lengkap bertentangan dengan beberapa paradox. Adapun pada bidang filsafat masih jarang adanya penelitian berkaitan dengan Being sebagai konsep, sehingga perlu adanya penelitian lanjut untuk mengenalisis konsep ini menggunakan sudut pandang yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode komparatif untuk melakukan analisis dua arah, sehingga kedua keilmuan dapat berperan sebagai objek material, maupun objek formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem rekursivitas pada konsep segala sesuatu menjadi inti pokok dari himpunan universal. Pemisahan antara Pure Being dan Determinate Being merupakan salah satu bentuk penyelesaian solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Di sisi lain, analisis matematis atas konsep Being menemukan adanya celah dari pembagian Being menjadi tiga bagian, sehingga memungkinkan adanya himpunan yang berada di luar konsep Being. Adapun permasalahan kemudian dapat diselesaikan dengan metode simbolisasi yang memungkinkan adanya kelompok Being baru yang hanya akan berada ketika dilakukan simbolisasi. Penelitian ini juga memiliki relevansi dengan beberapa produk pemikiran dan kebudayaan modern yang telah ada, terutama berkaitan dengan konsep hyperreality.
Makna Filosofis Ketiadaan dan Relevansinya dengan Tipe Data Undefined pada Javascript Rilliandi Arindra Putawa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i1.41775

Abstract

Artikel ini merupakan artikel bidang kefilsafatan yang berusaha menelusuri makna dari salah satu konsep penting dalam bidang metafisika, yakni konsep Ketiadaan. Konsep ini sendiri pada dasarnya tidak mudah untuk didefinisikan bahkan cenderung mustahil untuk didefinisikan, seperti halnya konsep Ada, sehingga perlu ada penelusuran lebih lanjur dari berbagai pemikiran filsuf yang turut membahas konsep ini mulai dari Parmenides, hingga filsuf eksistensialisme, seperti Sartre. Konsep ini juga turut berkembang pada bidang keilmuan lain, hingga turut menjadi bagian dari perkembangan teknologi, melalui bahasa pemrograman pada ilmu komputer. Pada bahasa pemrograman JavaScript terdapat dua tipe data set yang identik dengan konsep ketiadaan, yakni tipe data Null dan tipe data Undefined. Penelitian ini merupakan penelitian bidang filsafat yang akan mencoba menelusuri pemikiran-pemikiran filosofis mengenai konsep Ketiadaan menggunakan kajian pustaka dari beberapa karya-karya bidang kefilsafatan. Adapun setelah itu akan dianalisis dan dicari relevansinya dengan tipe data Null dan tipe data Undefined. Ada dua hasil yang diperoleh dari riset kualitatif pada penelitian ini. Pertama, pada filsafat barat, konsep Ketiadaan memiliki perubahan makna yang awalnya identik dengan kondisi murni tiada, hingga berubah menjadi identik dengan manusia, selaku pengada. Di sisi lain pada filsafat timur, ketiadaan sedari awal telah identik dengan suatu kondisi positif yang dicapai manusia melalui spontanitas. Kedua, penelitian ini juga menunjukkan bahwa kedua tipe data tersebut di satu sisi dapat menggambarkan Ketiadaan layaknya himpunan kosong, namun di sisi lain adanya kontrol dari manusia dan fakta bahwa kedua konsep tersebut telah dideklarasikan dan diketahui oleh sript sebelumnya menjadikan keduanya juga tidak identik dengan Ketiadaan.
Kritik Terhadap Bentuk Kuantifikasi Nilai Kebaikan pada Ajaran Kebaikan dalam Islam Rilliandi Arindra Putawa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v5i3.45710

Abstract

The existence of numbers as symbols that are universal is often used to help humans understand a phenomenon. Numbers can make something easier to determine benchmarks in various ways, including values that were previously qualitative. Qualitative value quantification have been known in Islamic values, one of which is in explaining the quality of a worship or goodness done by mankind. This study aims to explore the phenomenon of value quantification in the Qur'an and analyze it from a philosophical point of view, especially in the field of ethics. This research is a research on the actual problem, where the quantification of qualitative value is considered as a phenomenon that has philosophical value in it. The data that has been collected is then grouped into parts, which are then searched for correlations, so that philosophical knowledge can be obtained regarding the quantification of values in the Qur’an. The results of the study indicate that the concept of sincerity in the Qur’an makes the calculation of the value of goodness cannot becarried out completely quantitatively by humans. The concept of sincerity seems to re-abstractthe results of the quantification of values contained in ethical statements in the Al-Quran and Hadith.
KEBENARAN METODE NUMERIK DALAM PERSPEKTIF EPISTEMOLOGI PRAGMATISME Rilliandi Arindra Putawa
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jfi.v6i1.45633

Abstract

Pendekatan matematika yang dikenal dapat memberikan solusi yang eksak seringkali sulit untuk diterapkan, terutama pada permasalahan yang kompleks. Metode numerik merupakan pendekatan matematika yang menjadi metode alternatif dari metode analitik. Metode numerik memiliki manfaat praktis pada perkembangan ilmu pengetahuan dengan cara mengefektifkan waktu yang dibutuhkan ilmuwan dalam menyelesaikan persoalan matematis. Di sisi lain, keberadaan metode numerik menunjukkan bahwa perkembangan keilmuan tidak hanya didasarkan pada teori korespondensi, melainkan juga dengan pertimbangan manfaat praktisnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis guna menganalisis metode numerik dengan sudut pandang filsafat pragmatisme. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keberadaan metode numerik merupakan hasil dari pola berpikir pragmatis yang muncul di kalangan komunitas ilmiah. Adapun kesimpulan kedua menunjukkan adanya hubungan yang berbanding terbalik antara tingkat akurasi dan efektivitas dalam perhitungan pada metode numerik.