Ernia Sapitri
IAIN Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Epistemologi Al-Ghazali tentang Ilmu Laduni dalam Kitab Risalah Al-Laduniyyah. Ernia Sapitri
Manthiq Vol 5, No 2 (2020): November 2020
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v5i2.4387

Abstract

Konsep epistemologi Al-Ghazali yang tertuang dalam kitab Risalah Al-Laduniyyah, bahwa ilmu secara epistemologi terbagi menjadi dua sumber penggalian yaitu: sumber insaniyyah dan sumber rabaniyyah. Kemudian epistemologi Al-Ghazali tentang ilmu laduni dalam kitab Risalah Al-Laduniyyah ini, bagian pertama membahas ilmu syar’i yang mengkaji dalil-dalil syar’i yang bersumber dari al-qur’an dan hadis, yang termasuk bidang ilmu ini, yaitu: ilmu ushul dan ilmu furu’. Bagian yang kedua, membahas ilmu ‘aqli (rasional) yang menguraikan ilmu yang dihasilkan dari kemampuan akal manusia dalam menginterpretasikan merekayasa objek yang diamatinya, yang termasuk dalam bidang ilmu ini, yaitu: ilmu logika dan matematika, ilmu alam, dan pandangan terhadap yang maujud. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa historis faktual mengenai teks naskah. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Epistemologi Al-Ghazali tentang Ilmu Laduni dalam Kitab Risalah Al-Laduniyyah. Analisis teks bertujuan menggambarkan struktur dan konten untuk memahami teks dari kitab yang diteliti. Dalam penelitian ini, penulis akan melakukan pendekatan pustaka (library research) sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil riset ini dapat disimpulkan bahwa, konsep epistemologi Al-Ghazali yang tertuang dalam kitab Ar-Risalah Al-Laduniyyah ilmu secara epistemologi terbagi menjadi dua sumber penggalian. Pertama, sumber insaniyyah (yang diusahakan oleh manusia berdasarkan kekuatan rekayasa akal yang dimilikinya, sehingga dari rekayasa akal itu terbentuk suatu ilmu pengetahuan) dan kedua sumber rabbaniyyah (yang tidak dihasilkan dari rekayasa akal melainkan dari informasi Allah melalui petunjuk ilham maupun wahyu).