Anton Noverdin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Wahdatul Wujud dalam Perspektif Hamzah Al Fansuri dan Syeikh Siti Jennar Anton Noverdin
Manthiq Vol 6, No 2 (2021): November
Publisher : Sekolah Pasca Sarjana IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v6i2.6425

Abstract

Abstrak: Wahdatul Wujud dalam Perspektif Hamzah Al Fansuridan Syeikh Siti Jennar. Salah satu dari tokoh awal yang menyebarkan ajaran tasawuf di kepulauan Nusantara ini adalah Syaikh Siti Jenar, yang terkenal dengan konsepnya yang kontroversial tentang persoalan hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, apa yang disebut umum sebagai kematian, justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi olehnya. Sebagai konsekuensinya, kehidupan manusia di dunia ini tidak dapat dikenai hukum yang bersifat keduniawian, misalnya hukum negara. Dalam riset ini penulis menggunakan metode penelitian  kepustakaan (Library Research) yang memfokuskam kepada aspek pemikiran, sejarah dari dua tokoh serta tokoh-tokoh lainya yang mempengaruhinya. Maka dalam mengadakan penelitian kepustakaan penyusun melakukan pengumpulan dari buku-buku primer maupun sekunder, yang ada kaitanya dengan seluruh referensi yang mendukung studi penulisan ini. Hamzah Fansuri memiliki pemikiran tentang wahdatul wujud atau wujudiyyah, yaitu: pertama Hakekat Wujud, bahwa wujud itu hanya satu yaitu Allah meskipun wujud itu kelihatan banyak. Kedua Eka dalam Keanekaan, bahwa wujud bukan hanya mencakup kesatuannya meskipun ia bertajalli dalam banyak bentuk. Ketiga Penciptaan Alam, proses penciptaan alam dimulai dari la ta’ayyun, ta’ayyun, tanazzul, dengan melalui lima martabat (fase), dan akan bertaraqqi kepada la ta’ayyun sedanngkan Pemikiran tentang ketuhanan yang dimiliki oleh Syaikh Siti Jenar adalah apa yang masyhur di pulau Jawa dengan sebutan Manunggaling Kawula lan Gusti, yang dalam pemahaman penulis hampir sama dengan ajaran dari paham wahdatul wujud. Dimana Tuhan dan alam adalah satu kesatuan atau Tuhan itu immanen dengan alam (manusia).