Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PengaMAS

PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG SUKUN DI PADA IBU-IBU PKK DESA MAITARA, KECAMATAN TIDORE UTARA, TIDORE KEPULAUAN Erna Rusliana Muhamad Saleh; Eka Ulandari Banyal; Fendi Ahmad Taib; Muhammad Sardi Ridwan
-
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i3.6835

Abstract

Desa Maitara merupakan salah satu desa di Kecamatan Tidore Utara dengan penduduk bermata pencaharian petani, nelayan dan buruh. Tingkat pendidikan masyarakatnya yaitu rata-rata berada pada tingkat rendah dan keterampilan terbatas. Ini membuat kehidupan ekonomi masyarakat Desa Maitara Kota Tidore Kepulauan memiliki pendapatan rendah. Padahal Desa Maitara memiliki potensi alam seperti sukun yang memungkinkan untuk memperbaiki kehidupan ekonominya. Tujuan dilakukannya kegiatan ini melakukan transfer teknologi tentang teknologi pengolahan tepung sukun sesuai dengan standard Good Manufacturing Poduct pada masyarakat Desa Maitara khusunya ibu-ibu PKK dan remaja putrid dan melakukan pendampingan desain kemasan yang sesuai standard kemasan pangan. Pelatihan diberikan kepada 20 orang ibu-ibu PKK dan remaja putri di Desa Maitara.  Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK yang awalnya 100% belum tahu cara pembuatan, setelah diberi pelatihan maka 100% telah mengetahui cara pembuatan tepung sukun. Pelatihan ini membuka wawasan peserta bahwa pembuatan tepung sukun itu mudah.  Hal ini terlihat dari hasil test yang diberikan. Pada awalnya sebelum pelatihan, 70% peserta menganggap pembuatan tepung sukun itu sulit. Setelah pelatihan hanya tinggal 10% yang menganggap pembuatan selai itu sulit. Secara umum, 90% peserta merasa puas dengan pelatihan ini.
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK PALA CRISPY BAGI IBU-IBU DAN REMAJA PUTRI DI KELURAHAN FORAMADIAHI KECAMATAN PULAU TERNATE KOTA TERNATE Saleh, Erna Rusliana Muhamad
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.8839

Abstract

Kelurahan Foramadiahi adalah salah satu kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, terkenal dengan potensi sumber daya alamnya yaitu buah pala. Pala yang dibelah akan dibuang daging dan tempurung palanya menjadi limbah di kebun-kebun. Padahal daging buah ini masih berpotensi diolah menjadi produk lain yang bernilai jual. Selama ini masyarakat Kelurahan Foramadiahi belum mengetahui teknologi pengolahan ini karena keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan. Oleh karena itu, dibutuhkan transfer teknologi kepada masyarakat Kelurahan Foramadiahi terutama ibu-ibu PKK dan remaja putri agar mampu menguasai teknologi pengolahan ini. Diharapkan mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tersebut, namun dapat membentuk home industri yang mengolah limbah pala tersebut menjadi produk-produk yang bernilai jual dan memiliki keberlanjutan produksi serta usaha. Pelatihan diberikan kepada 20 orang ibu-ibu  PKK dan remaja putri di Kelurahan Foramadiahi. Hasil pelatihan menunjukan bahwa ibu-ibu PKK yang awalnya 100% belum tahu cara pembuatan, setelah diberi pelatihan maka 100% telah mengatahui cara pembuatan keripik pala. Pelatihan ini membuka wawasan peserta bahwa pembuatan kripik pala itu mudah. Hal ini terlihat dari hasil test yang diberikan. Pada awalnya sebelum pelatihan, 70% peserta menganggap pembuatan kripik pala itu sulit. Secara umum, 90% peserta merasa puas dengan pelatihan ini.
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK PALA CRISPY BAGI IBU-IBU DAN REMAJA PUTRI DI KELURAHAN FORAMADIAHI KECAMATAN PULAU TERNATE KOTA TERNATE Saleh, Erna Rusliana Muhamad
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i2.8839

Abstract

Kelurahan Foramadiahi adalah salah satu kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, terkenal dengan potensi sumber daya alamnya yaitu buah pala. Pala yang dibelah akan dibuang daging dan tempurung palanya menjadi limbah di kebun-kebun. Padahal daging buah ini masih berpotensi diolah menjadi produk lain yang bernilai jual. Selama ini masyarakat Kelurahan Foramadiahi belum mengetahui teknologi pengolahan ini karena keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan. Oleh karena itu, dibutuhkan transfer teknologi kepada masyarakat Kelurahan Foramadiahi terutama ibu-ibu PKK dan remaja putri agar mampu menguasai teknologi pengolahan ini. Diharapkan mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan tersebut, namun dapat membentuk home industri yang mengolah limbah pala tersebut menjadi produk-produk yang bernilai jual dan memiliki keberlanjutan produksi serta usaha. Pelatihan diberikan kepada 20 orang ibu-ibu  PKK dan remaja putri di Kelurahan Foramadiahi. Hasil pelatihan menunjukan bahwa ibu-ibu PKK yang awalnya 100% belum tahu cara pembuatan, setelah diberi pelatihan maka 100% telah mengatahui cara pembuatan keripik pala. Pelatihan ini membuka wawasan peserta bahwa pembuatan kripik pala itu mudah. Hal ini terlihat dari hasil test yang diberikan. Pada awalnya sebelum pelatihan, 70% peserta menganggap pembuatan kripik pala itu sulit. Secara umum, 90% peserta merasa puas dengan pelatihan ini.
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG SUKUN DI PADA IBU-IBU PKK DESA MAITARA, KECAMATAN TIDORE UTARA, TIDORE KEPULAUAN Saleh, Erna Rusliana Muhamad; Banyal, Eka Ulandari; Taib, Fendi Ahmad; Ridwan, Muhammad Sardi
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v6i3.6835

Abstract

Desa Maitara merupakan salah satu desa di Kecamatan Tidore Utara dengan penduduk bermata pencaharian petani, nelayan dan buruh. Tingkat pendidikan masyarakatnya yaitu rata-rata berada pada tingkat rendah dan keterampilan terbatas. Ini membuat kehidupan ekonomi masyarakat Desa Maitara Kota Tidore Kepulauan memiliki pendapatan rendah. Padahal Desa Maitara memiliki potensi alam seperti sukun yang memungkinkan untuk memperbaiki kehidupan ekonominya. Tujuan dilakukannya kegiatan ini melakukan transfer teknologi tentang teknologi pengolahan tepung sukun sesuai dengan standard Good Manufacturing Poduct pada masyarakat Desa Maitara khusunya ibu-ibu PKK dan remaja putrid dan melakukan pendampingan desain kemasan yang sesuai standard kemasan pangan. Pelatihan diberikan kepada 20 orang ibu-ibu PKK dan remaja putri di Desa Maitara.  Hasil pelatihan menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK yang awalnya 100% belum tahu cara pembuatan, setelah diberi pelatihan maka 100% telah mengetahui cara pembuatan tepung sukun. Pelatihan ini membuka wawasan peserta bahwa pembuatan tepung sukun itu mudah.  Hal ini terlihat dari hasil test yang diberikan. Pada awalnya sebelum pelatihan, 70% peserta menganggap pembuatan tepung sukun itu sulit. Setelah pelatihan hanya tinggal 10% yang menganggap pembuatan selai itu sulit. Secara umum, 90% peserta merasa puas dengan pelatihan ini.