Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Menara Pengabdian

PENGUATAN KEPRIBADIAN REMAJA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DI PANTI ASUHAN AISYIYAH KOTO TANGAH PADANG Erna Dewita; Jasman Jasman; Fadil Maiseptian; Sukma Safitri; Muhammad Efendi
Menara Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.133 KB) | DOI: 10.31869/jmp.v1i2.2976

Abstract

Panti asuhan berfungsi sebagai fasilitas sosial yang membantu dan membimbing anak asuh dalam mengembangkan kepribadinnya dan memiliki keterampilan untuk bekerja sehingga mereka memiliki masa depan yang baik dan penghidupan yang layak serta mampu bertanggung jawab terhadap diri, keluarga dan masyarakat. Pribadi yang efektif adalah pribadi yang mampu memberdayakan dirinya, menjadi pribadi yang berkualitas, dan mampu memenuhi tujuan hidupnya. Orang yang memiliki kepribadian efektif akan mampu bersikap luwes, disiplin bertanggung jawab, tekun, cermat, jujur, empati. Tujuan pengabdian ini untuk menguatkan kepribadian remaja melalui proses bimbingan kelompok. Bimbingan kelompok merupakan suatu usaha untuk mengembangkan potensi diri individu dengan cara menganalisis sumber masalah, cara mengatasi masalah dan cara mengembangkan potensi diri melalui suasana diskusi dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Hasil pengabdian merujuk kepada proses pembentukan kelompok yang dilakukan dalam bentuk membagi remaja panti menjadi dua kelompok. Proses peralihan dilakukan untu kegiatan transisi dan pengenalan setiap kegiatan dan anggta kelompok. Proses kegiatan pemimpin kelompok membahasan permasalahan kepribadian dan upaya dalam meningkatkannya melalui dinamika kelompok. Proses pengakhiran dilakukan untuk menyimpulkan dan membuat komitmen dalam penguatan kepribadian remaja. Penguatan kepribadian remaja meningkat dengan bimbingan dan arahan positif yang diberikan oleh konselor melalui kegiatan aktif dan berdinamika. Berdasarkan hal tersebut diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga proses bimbingan dapat terukur dan jelas dalam pencapaiannya.
BIMBINGAN KONSELING PRA-NIKAH BAGI REMAJA DI KOTO TANGAH KOTA PADANG Jasman Jasman; Rosdialena Rosdialena; Thaheransyah Thaheransyah; Muhammad Hafiz
Menara Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2022): Vol. 2 No. 2 Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v2i2.3170

Abstract

ABSTRACTPremarital counseling is a knowledge and skills-based training that provides information about marriage that can be useful for maintaining and improving the relationship of a couple who is about to marry. One of the important activities raised in this service is the need for pre-marital counseling guidance for teenagers in the Pasie Jambak Village, Koto Tangah District, Padang City when they are going to hold a wedding. In addition, this service aims to increase the knowledge, insight and understanding of teenagers about problems that often occur in marriage and the right solutions to solve problems that arise in the family after marriage. The service method is carried out by holding pre-marital counseling guidance activities for adolescents. The results of the service by mapping the minimum age of teenagers to get married, preparing teenagers for marriage, and determining the ideal husband and wife. For this reason, the research team provides training to equip and provide knowledge to teenagers about preparation for marriage, so that they have sufficient insight and emotional strengthening to start married life. In addition, continuous education is also needed because in the family education is a process of cultural transformation that can influence family members in thinking and acting in everyday life. Efforts to raise awareness of the age of couples who are getting married need to be socialized so that there will be no problems in marriage in the future. If there are problems in marriage, mediation is needed so that disputes between husband and wife can be reconciled. The conclusion of this service is that teenagers already know and understand preparations both physically and psychologically if there has been a marriage, therefore it is important to appoint pre-marital counseling guidance for adolescents before marriage.Keywords : counseling, pre wedding, teenager