Sumarsih Sumarsih
SMP Negeri 3 Tangerang Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING MATERI POLA BILANGAN SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KECEMASAN SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA Rahmita Nurul Muthmainnah; Sumarsih Sumarsih
FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol 5, No 2 (2019): FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/fbc.5.2.189-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecemasan siwa terhadap mata pelajaran matematika khususnya materi pola dan barisan bilangan melalui penerapan model pembelajaran discovery learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) / classroom action research. Desain peneltian PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model spiral dari Kemmis dan Taggart yang terdiri atas 4 tahapan kegiatan yaitu: (1) perencanaan (planning); (2) pelaksanaan kegiatan (action); (3) pengamatan (observation); dan (4) refleksi (reflection). Subjek penelitian ini adalah murid kelas VIII-3 SMP Negeri 3 Tangerang Selatan yang berjumlah 35 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan angket. Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket untuk mengukur tingkat kecemasan siswa terhadap mata pelajaran matematika. Hasil penelitian didapat bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning / penemuan terbimbing dapat mengurangi tingkat kecemasan siswa kelas VIII-3 SMPN 3 Tangerang Selatan terhadap mata pelajaran matematika materi pola dan barisan bilangan. Penurunan yang signifikan terkait tingkat kecemasan siswa tehadap mata pelajaran matematika terlihat pada data pra siklus 100% siswa mengalami kecemasan terhadap mata pelajaran matematika, dengan tingkat kecemasan di atas 51. Selanjutnya pada siklus 1 tingkat kecemasan menurun menjadi 80% dan turun kembali pada siklus 2 menjadi 34.3% siswa yang mengalami kecemasan dengan tingkat kecemasan di atas 51.