This Author published in this journals
All Journal Deiksis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TATA BAHASA FUNGSIONAL: LANDASAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG KOMUNIKATIF Yurni Karim
Deiksis Vol 6, No 03 (2014): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.605 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v6i03.531

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia, ditinjau berdasarkan kurikulum nasional dan motto penggunaan bahasa, bertujuan mengantarkan peserta didik terampil menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai situasi. Keterampilan tersebut meliputi keterampilan verbal dan nonverbal. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam pembelajaran bahasa, yaitu keterampilan berbahasa lisan dan tulisan, penggunaan bahasa secara baik dan benar, dan penggunaan bahasa dalam situasi formal dan nonformal. Keterampilan penggunaan bahasa tertulis atau lisan mensinyalkan bahwa pembelajaran bahasa seharusnya juga mempertimbangkan kedua aspek tersebut, baik secara formal maupun nonformal, sedangkan keterampilan berbahasa secara baik dan benar terkait ketepatan penggunaan bahasa tersebut sesuai dengan konteks. Pada akhirnya persoalan berbahasa juga terkait tidak hanya dengan fonem segmental tetapi juga suprasegmental. Keberhasilan suatu ujaran juga ditentukan oleh faktor nonverbal.Kata Kunci : Pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan berbahasa, bahasa lisan, bahasa tulisan, dan konteks.
TAHAP- TAHAP YANG DILALUI OLEH ANAK-ANAK DALAM PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMANYA: PENGAMATAN TERHADAP ANAK-ANAK USIA 0-8 TAHUN DI PERUMAHAN VILA NUSA INDAH BEKASI Yurni Karim
Deiksis Vol 3, No 02 (2011): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.034 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v3i02.425

Abstract

Penelitian ini membahas beberapa hal yang menyangkut pemerolehan bahasa pada anak-anak. Yang menjadi fokus penelitian adalah pemerolehan bahasa yang berhubungan dengan tahap-tahap yang dilalui oleh anak-anak dalam proses pemerolehan bahasanya, yaitu tahap pralinguistik, tahap linguistik, dan tahap kompetensi lengkap. Melalui ketiga proses tahapan pemerolehan bahasatersebut, umumnya anak-anak berumur dari 0 tahun sampai dengan 8 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan-pemerolehan yang dilakukan oleh anak-anak dalam tahap pralinguistik, linguistik, dan kompetensi lengkap. Manfaat penelitian, secara langsung dapat mengamati bagaimana kemampuan yang didapat oleh anak-anak dalam tahap-tahap perkembanganpemerolehan bahasanya. Secara umum bermanfaat bagi para ahli bahasa dalam memberikan masukan terhadap teori-teori pemerolehan bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, setiap data yang diperoleh dideskripsikan dan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik mengamati sampel dalam berbahasa, mencatat ucapan-ucapan sampel baik secara langsungmaupun tidak langsung tentang informasi yang diperoleh dari orang tua, menganalisis data-data sesuai dengan teori yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan populasi anak usia 0 tahun sampai 8 tahun, dengan sampel 12 orang, 6 orang perempuan, 6 orang laki-laki. Lokasi penelitian di komplek perumahan Vila Nusa Indah Bekasi.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA Yurni Karim
Deiksis Vol 6, No 01 (2014): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.243 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v6i01.514

Abstract

Membaca mempunyai peranan sosial yang amat penting dalam kehidupan manusia. Membaca itu memperkaya batin. Semakin banyak seseorang membaca semakin luas cakrawala berpikirnya. Pertama, membaca itu merupakan alat komunikasi, dalam masyarakat yang berbudaya. Kedua, bacaan yang dihasilkan sebagian besar dipengaruhi oleh latar belakang sosial seseorang. Ketiga, sepanjang masa, hasil bacaan itu akan terekam. Aspek lain yang bisa diperoleh melalui kegiatan membaca yaitu kegiatan tersebut akan membuahkan dua kutub yang berbeda, yaitu membaca sebagai daya pemersatu yang ampuh, melalui penanaman sikap-sikap, ide-ide, minat-minat dan aspirasi-aspirasi umum. Di pihak lain, membaca mampu merangsang serta membuahkan kutub-kutub konstruktif, dan diskonstruktif. Kegiatan dalam proses belajar mengajar juga tidak terlepas dari kegiatan membaca, sebut saja dalam mengulang materi pelajaran yang disajikan oleh guru maupun dalam mencari bahan pendukung dalam mengasosiasikan keterarangan guru tadi. Begitu juga dalam mengerjakan tugas-tugas. Persoalan yang muncul adalah kurangnya minat baca para siswa dalam menunjang pengajaran membaca. Hal ini, disebabkan kurangnya pemahaman para siswa terhadap teks yang dibacanya, kurangnya penguasaan kosakata termasuk tidak mengerti cara membaca yang baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Mengingat betapa pentingnya membaca, terutama bagi siswa kependidikan sebagai calon guru, mereka harus belajar membaca untuk menambah pengetahuan mereka sendiri – kalau ia seorang guru – untuk menerapkan pengetahuan mereka kepada siswa di masa mendatang.Kata Kunci: Minat Baca, Faktor Bahan Pengajaran, Faktor Penunjang, dan Faktor Guru sebagai Nara Sumber