This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
H. K. Sukardji
STAI "Syeikh Mansyur" Pandeglang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA H. K. Sukardji
Al Qalam Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.78 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i98-99.642

Abstract

Setiap usaha yang dilakukan bersama dalam suatu organisasi alat yang paling efektif dalam upaya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan adalah manajemen.Manqjemen oleh para ahli diberi rumusan dengan berbagai ragam. Akan tetapi tidak ada sebuah teori atau teknik manajemenpun yang dapat diterapkan dalam semua situasi. Manajemen yang dapat diterapkan dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang tetah ditetapkan adalah "Contingency Management" (Manajemen menurut situasi dan kondisi yang berlangsung dalam suatu kenyataan). Contingency Management adalah penggunaan dan pengaturan ketenagaan manusia dan sumber-sumber matrial lainnya dalam suatu organisasi yang dilakukan secara bertahap, efektif, efisien dan sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan.Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi diperlukan pekerjaan manajemen yang dipimpin oleh seorang manjer (pemimpin). Seorang pemimpin dalam suatu organisai, ia harus bekerja dalam satu lingkungan organisasi yang dipimpinnya. Dalam menylelesaikan pekerjaan, ia tidak melakukan sendiri tetapi melalui karya dan karsa orang lain (staf) yang dipimpinnya. Pemimpin dalam suatu organisasi mempunyai tugas membuat keputusan mengalokasikan sumber daya manusia dan Sumber matrial lainnya, memberi pengarahan dan pengawasan terhadap pekerjaan anak buahnya.Fungsi-fungsi manajemen yang harus dilakukan oleh seorang manajer adalah perencanaan, pengorganisasian, perintah, kordinasi dan pengawasan terhadap tugas yang menjadi tanggungjawabnya.Seorang pemimpin dalam suatu organisasi harus memiliki beberapa peran seperti interpersonal (tokoh), informasi (penyalur informasi kepada bawahan dan pihak-pihak lain yang memerlukan) serta keputusan (menyelesaikan masalah yang ada di kantor atau madrasah). Ia harus memiliki berbagai keterampilan dalam menjalankan tugasnya.MI, MTs, MA dan PT Islam merupakan kelompok lembaga pendidikan Islam jalur sekolah yang berjenjang dan berkesinambungan. Satuan pendidikan Islam jalur sekolah yang berjenjang dan berkesinambungan mengenai tujuan akhir yang hendak dicapai, peserta didik, pendidik, program pengajaran, perangkat sarana pendidikan serta penaptaan lingkungan pendididkan yang diselenggarakan pada umumnya lebih lengkap dibanding satuan pendidikan Islam jalur luar sekolah.MI dan MTs diselenggarakan bertujuan untuk: 1. Menyiapkan anak didik untuk melanjutkan pendidikan pada sekolah menengah, 2. Menyiapkan kemampuan dasar bagi anak didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian yang selaras dengan ajaran Islam, 3. Menyiapkan anak didik untuk mengembangkan kemampuannya sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan social, budaya serta alam sekitar yang dijiwai ajaran Islam.MA diselenggarakan bertujuan menyiapkan siswa untuk: 1. Melanjutkan pendidikan para Per;guruan Tinggi, 2. Menyiapkan siswa agar mampu mengembangkan diri Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian yang dijiwai ajaran Islam, 3. Menyiapkan siswa agar mampu menjadi anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan, sosial, budaya dan alam sekitar yang dijiwai suasana keamanan.Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan pada MI, MTs dan MA, selain manajemen yang diterapkan pada madrasah itu masing-masing, diperlukan kepemimpinan yang profesional dari Ditmapenda Bidang Mapenda Kanwil Depag Propinsi, Pengawas PAI Kanwil Depag dan Kepala Ml, Kepala MTs dan Kepala MA, sesuai dengan bidang tugas yang menjadi tanggungjawab masing-masing.
MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR MODEL H. K. Sukardji
Al Qalam Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1861.015 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i98-99.637

Abstract

Pendidikan merupakan ujung tombak pembinaan generasi muda suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, di antara jenjang pendidikan yang ada, sekolah dasar merupakan pendidikan dasar yang membangun dan memperkokoh fondasi bagi pendidikan tingkat selanjutnya. Oleh sebab itu perhatian khusus untuk tingkat pendidikan ini, termasuk di dalamnya aspek manajemen SDM, layak dan perlu diberikan dengan sepenuh hati. Di antara ribuan bahkan ratusan ribu sekolah dasar, Sekalah Dasar Muhammadiyah Sapen Yogyakarta merupakan contoh dari pendidikan yang mendapat perhatian khusus tersebut. Selain memiliki visi dan misis yang jelas, SDM Sapen juga dikelola dengan penerapan manajemen berbasis sekolah. Setelah menempuh perjalanan yang berliku dan panjang akhirnya SDM Sapen tersebut bisa menjadi sekolah dasar model. Dengan memasukkan dalam kurikulumnya, aspek learning to be, learning to think, learning to do dan learning to live together, SDM Sapen terus berbenah dan bergerak mencapai tingkatan kualitas yang lebih baik lagi: sekolah model unggul, sekolah dasar model unggul dan ideal, serta sekolah dasar model, unggul, ideal dan bertaraf internasional.Kata Kunci: Manajemen Berbasis Sekolah, Sekolah Dasar Model, Sekolah Unggulan dan ideal
FUNGSI DAN PEMANFAATAN LAB. IPA PADA MTsN DI PANDEGLANG DAN SERANG H. K. Sukardji
Al Qalam Vol 19 No 95 (2002): October - December 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.421 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i95.462

Abstract

Penemuan baru dalam masalah ilmu pengetahuan dan teknologi telah . membawa kemajuan besar dalam bidang pendidikan. Kemajuan itu tidak hanya dalam hal kurikulum, organisasi dan pembelajaran. Sekolah-sekolah yang maju pada umumnya menggunakan alat-alat bantu pembelajaran yang relevan dengan materi pelalaran yang diproseskan kepada anak didik. Pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama mempunyai perhatian cukup besar terhadap madrasah. Salah satu, wujud perhatian Departemen Agama terhadap madrasah adalah pengadaan Laboratorium IPA (Fisika dan Biologi) untuk Madrasah Tsanawiyah.Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), baik yang berstatus. Model ataupun Non Model hampir seluruhnya telah memiliki peralatan Laboratorium IPA (Fisika dan Biologi) yang diperoleh dari Departemen Agama Pusat. Peralatan Laboratorium IPA untuk MTs itu pengadaamrya telah dimulai sejak tahun 1995. Dalam pemberian peralatan Laboralorium IPA itu, antara MTsN Model dan MTsN Non Model kondisinya agak berbeda. Peralalan laboratorium IPA untuk MTsN Model kuantitasnya lebih memadai, sehingga jumlahnya lebih mencukupi dari pada MTsN Non Model. Dari sejumlah MTs Model dan Non Model yang ada di negara kita yang telah memperoleh peralatan Laboratorium IPA dari Departemen Agama RI adalah MTsN 1 Serang dan MTsN Model Padarincang yang kedua-duanya berada di Kabupaten Serang dan MTsN Model di Kadulisung serta MTsN di Munjul yang kedua-duanya berada di Kabupaten Pandeglang.Walaupun data MTsN model dan dua MTsN Non Model yang ada pada dua kabupaten itu telah memiliki peralatan Laboratorium IPA (Fisika dan Biologi), tetapi pemfungsian dan pemanfaataannya dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Fisika dau Biologi itu belum dikethui dengan pasti. Itulahyang melatarbelakangi studi evaluasi ini dilakukan.Kata Kunci: Laboratolium PAI, MTsN Model.