This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
Endad Musaddad
STAIN "Sultan Maulana Hasanuddin Banten" Serang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE DAN CORAK TAFSIR QURAISH SHIHAB Endad Musaddad
Al Qalam Vol 21 No 100 (2004): January - April 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.164 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i100.1647

Abstract

Muhammad Quraish Shihab dalam kajian tajsir al-Qur'an di Indonesia saat ini merupakan sosok yang fenomenal. Beliau merupakan salah seorang ulama terkemuka Indonesia yang mengkhususkan diri pada kajian ilmu-ilmu al-Qur'an dan tafsir. Danri tangannya telah lahir puluhan artikel, buku, yang semuanya bersentuhan dengan kajian al-Qur'an.Salah satu gagasannya yang cukup brilian adalah pengembangan metode tafsir maudhu'i dalam kajian tafsir al-Qur'an, sebuah metode yang tergolong baru dimana sebelumnya ulama-ulama tafsir dalam kajian al-Qur'an lebih banyak menggunakan metode tahlili. Quraish dengan kepiawaiannya berusaha mengembangkan metode tersebut dan secara apik ia aplikasikan dalam bukunya "Wawasan al-Qur'an: Metode maudhu'i atas pelbagai persoalan umat".Buku ini berisi bimbingan normatif teologis yang diperuntukan bagi pembaca untuk bisa berdialog dan berkonsultasi dengan al-Qur'an sesuai dengan problem dan kebutuhannya. Dengan bahasa kiasan Quraish Shihab dalam buku ini ingin menjamu tamu-tamunya dengan sederet kotak makanan yang masing­masing sudah ada jenis masakannya agar sang tamu lebih mudah dan lebih cepat untuk mencicipi dan menyantapnya. Inilah yang olehnya merupakan gambaran dari metode tafsir maudhu'i.
METODE TAFSIR BINT AL-SYATHI Endad Musaddad
Al Qalam Vol 20 No 98-99 (2003): July - December 2003
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1841.363 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v20i98-99.636

Abstract

Al-Qur'an dalah salah satu kitab suci di dunia ini yang tak habis-habisnya menjadi bahan kajian. Semenjak diturunkannya 15 abad yang lalu al-Qur'an selalu menarik perhatian berbagai kalangan untuk mengkajinya.Dari sejumlah hasil kajian terhadap kitab suci ini telah lahir sekian ratus bahkan ribuan kitab tafsir dengan berbagai macam metode dan coraknya. Munculnya berhagai macam metode dan corak tafsir tersebut menunjukkan bahwa al-Qur'an senantiasa terbuka bagi siapa saja yang hendak bergaul dengannya.Corak kebahasaan merupakan salah satu bagian dari corak tafsir. Pada zaman klasik tafsir dengan corak ini umumnya berdiri di atas metode Tahlili, yang terkadang cenderung memihak salah satu madzhab baik teologi maupun fiqh. Hal ini berbeda dengan penafsiran yang dilakukan Aisyah Abd al-Rahman Bint al-Syathi yang lebih dikenal dengan Bint al-Syathi. Corak kebahasaan yang ia gagas berdiri di atas metode maudhu'i dengan maksud dan tujuan menghilangkan sektarianisme madzhab tersebut. Metode tafsir ini ia tuangkan dalam karya monumentalnya Tafsir al-Bayan Li al-Qur'an al-Karim.Hasil pengamatan para ilmuwan peminat kajian tafsir. Tafsir al-Bayan Li al-Qur'an al Karim ini mempunyai beberapa keistimewaan sekaligus kontroversi di kalangan madzhab sastra dan murid-murid Amin al-Khuli yang putut diperhatikan oleh para peminat kajian tafsir, khususya basis metode yang ia bangun dalam tafsirnya.Sekalipun Bint al-Syathi mempunyai pandangan yang konservatif namun Tafsir al-Bayan (salah satu kmya pentingnya) merupakan usahanya yang berani dan memberikan angin segar pada perkembangan metode tafsir modern. sekalipun berbagai penemuan dalam tafsirnya cukup kontroversial. Hal tersebut terlihat pada penafsiran nikmat dengan risalah, begitu juga sikap beliau yang tegas dalam menolak riwayat tentang kosongnya wahyu disebabkan adanya kehadiran anak anjing.Lebih lanjut tulisan ini berusaha menghadirkan metode yang digunakan Bint al-Syathi dalam menafsirkan al-Qur'an dengan Surat al-Dluha sebagai sampelnya.Kata Kunci: Metode maudhu'i, sektarianisme madzhah, Surat al-Dluha