Asnilawati Asnilawati
STIK Bina Husada Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN KEBERHASILAN MENYUSUI BAYI DI BPM APRI OGAN ILIR Asnilawati Asnilawati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.439 KB)

Abstract

Inisiasi menyusu dini (Early Initiation) merupakan suatu cara memberikan kesempatan pada bayi baru lahir untuk menyusu pada ibunya dalam satu jam pertama kehidupannya, karena sentuhan bayi melalui refleks hisapnya yang timbul mulai 30-40 menit setelah lahir akan menimbulkan rangsangan sensorik pada otak ibu untuk memproduksi hormon prolaktin dan memberikan rasa aman pada bayi. Masa-masa belajar menyusu dalam satu jam pertama hidup bayi diluar kandungan disebut inisiasi menyusu dini (IMD). Pelaksanaan inisiasi menyusu dini sudah dilakukan namun masih banyak yang dilakukan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan tingkat keberhasilan menyusui bayi di BPM APRI Tanjung Batu Ogan Ilir Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu pasca bersalin yang ada di BPM Apri sebanyak 34 responden yang diambil dengan menggunakan tehnik Accidental Sampling serta memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Ada hubungan antara pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan tingkat keberhasilan menyusui bayi dengan nilai p value 0,042. Diharapkan kepada tenaga kesehatan yang melaksanakan kegiatan inisiasi menyusu dini (IMD) agar dapat mengoptimalkan kegiatan tersebut serta melakukannya dengan tepat sehingga dapat mencapai tujuan yang harus dicapai pada pelaksanaannya yaitu keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI DI PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG TAHUN 2018 Asnilawati Asnilawati
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ada banyak factor yang mempengaruhi pasangan suami istri dalam memilih metode kontrasepsi diantaranya efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar, biaya, agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut, Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2018. Metode penelitian: merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor kb yang dating berkunjung ke Puskesmas 23 Ilir sebanyak 40 orang yang diambil dengan menggunakan tehnik Accidental Sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 09 Juli sampai dengan 21 Juli 2018. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Hasil penelitian: Ada hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kontrasepsi Dengan Pemakaian Kontrasepsi di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2018 dengan p value 0,034. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2018. Background: There are many factors that influence married couples in choosing contraceptive methods including effectiveness, safety, frequency of use and side effects, willingness and ability to do contraception regularly and correctly, costs, religion and cultural culture regarding contraception. Research objectives: to find out the relationship between the level of knowledge of mothers about contraceptive methods and the use of contraception in the 23 Ilir Palembang Health Center in 2018. The research method: is a quantitative study with a cross sectional approach. The sample in this study was kb acceptors who came to visit the 23 Ilir Puskesmas as many as 40 people who were taken using the technique of accidental sampling. The study was conducted on July 9 until July 21, 2018. Analysis of the data carried out in this study was conducted using univariate analysis and bivariate analysis. Results: There was a relationship between the level of knowledge of mothers about contraceptive methods and the use of contraception in the 23 Ilir Palembang Health Center in 2018 with a p value of 0.034. Conclusion: There is a significant correlation between the level of knowledge of mothers about contraceptive methods and the use of contraception in the 238 Puskesmas Palembang in 2018.