This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
MOHAMMED ARKOUN
Universitas Sorbonne, Paris

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ALQALAM

KONDISI KEWANITAAN DALAM KONTEKS ISLAM MOHAMMED ARKOUN
Al Qalam Vol 19 No 92 (2002): January - March 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.996 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i92.1439

Abstract

Dalam konteks di mana kekerasan struktural bertengger di dalam mentalitas selama beberapa abad taklid buta yang jauh dari segala krtik, kaum wanita yang tidak tahan terhadap segala bentuk dominasi, sesekali memperlihatkan sejauh mana mereka menjadi "hamba di hamba" di dalam kemodernan yang diimpikan.Sesungguhnyaa, terdapat cukup banyak literatur yang lebih-kurang membahas secam kritis tentang status wanita di dalam Qur’an, hukum dan tradisi muslim. Kita akan melihat pendekatan ini lebih cocok dengan tujuan-tujuan apologetik, ideologis dan militan ketimbang kebutuhan untuk menjelaskan persoalan yang membingungkan ini. Dengan memperhatikan aneka ragam konteks sosial politis, budaya dan hirtoris di mana Islam berada sebagai faktor di antara berbagai faktor lain, tetapi sama sekali tidak eksklusif, kita terpaksa memperluas analisa kepada beberapa data sosiologis dan antropologis.Kita akan menguji satu problematika historis dan antropologis tentang kaum wanita dalam rangka menggeser berbagai diskusi polemis, sikap militan, pengulangan setia untuk mendekontruksi mentalitas yang senantiasa menguasai wacana kewanitaan.Para pembaca, terutama para pembaca wanita, yang hidup dalam lingkungan Islami akan dapat menilai sedemikian rupa ketepatan beberapa fakta yang diberikan untuk suatu pendekatan antropologis, dan bukan saja pendekatan keislaman yang sempit, tentang persoalan wanita.Artikel ini merupakan jawaban terhadap desakan atas penulis untuk mengupas secara tuntas problema tentang emansipasi kaum wanita dalam konteks Islam. Dengan pendekatan antropologis dan historis dalam lima tataran (antropologis, semiologis, sosiologis, politis, historis) penulis berkesimpulan bahwa jalan menuju emansipasi yang optimal bagi kondisi kaum wanita dalam konteks Islam masih panjang dan berat.