This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
ALPARSLAN ACIKGENC
Middle East Technical University Ankara, Turkey

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAZLUR RAHMAN ALPARSLAN ACIKGENC
Al Qalam Vol 18 No 90-91 (2001): July - December 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2071.635 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i90-91.1470

Abstract

Fazlur Rahman yang telah mengenyam pendidikan tradisional di Asia Selatan dan sekaligus modern di Eropa, pernah mengalami pertentangan yang hebat di dalam dirinya antara prisip dan nilai sistem pendidikan yang pertama dan yang belakangan. Namun pertentangan tersebut pada akhirnya justru melahirkan kekuatan tersendiri dalam diri Rahman. Suatu kekuatan untuk membangun metodologinya yang khas untuk memahami Islam, baca al-Qur'an. Baginya, al-Qur'an adalah 'gudang yang unik bagi jawaban­jawaban terhadap semua jenis persoalan' yang dihadapi Umat Islam. Ia bahkan percaya bahwa semua tradisi memerlukan revitalisasi dan pembahanaan yang konstan. Dalam upaya revitalisasi, reformasi dan revitalisasi tersebut, ia mengingatkan bahwa suatu teori atau doktrin biasa dikatakan Islam sejauh ia mengalir dari ajaran total al-Qur’an dan Sunnah. Gagasan-gagasan mengenai ini semua bias ditangkap dengan jelas dalam karya-karya utamanya seperti Major Themes of the Qur 'an, Islam, Islamic Methodology in History, dan Islam and Modernity: Transformation of Intelektual Tradition. Sedangkan karya Rahman yang lain secara lengkap bisa dilihat pada bagian akhir tulisan ini.Tulisan ini mencoba mengeksplorasi gagasan Rahman, sebagai seorang neo-modemis, yang berkaitan tidak saja sejarah perkembangan dan pembentukan pemikirannya, tetapi juga metodologi yang dibangunnya untuk memahami Islam dan persoalan yang dihadapi umatnya pada masa sekarang ini secara benar dan utuh. Oleh karenanya persoalan teologis yang menjadi minat utamanya adalah persoalan yang mempunyai relevansi kekinian. Menurutnya studi tentang kebangkitan dan pembaharuan dalam Islam menunjukkan bahwa faktor moral bukannya faktor teologis yang menjadi latar depan.Key words: Kebangkitan, Intelektualisme, Aktivisme, Metodologi, dan Sunnah.