Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

STUDI NUMERIK PENGARUH TRANVERSE PITCH TERHADAP KARAKTERISTIK ALIRAN DAN PERPINDAHAN PANAS PADA SUSUNAN PIPA TIPE STAGGERED Yusuf Yusuf
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 1 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 1 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.837 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i1.263

Abstract

Karakteristik aliran dan perpindahan panas fluida terhadap silinder sirkular dengan pola tertentu sering digunakan dalam berbagai cabang teknologi moderen saat ini. Aplikasi praktisnya banyak digunakan pada dunia industri seperti menentukan desain susunan pipa pada sistem alat penukar panas. Besarnya nilai perindahan panas saat aliran fluida melintasi silinder sirkular yang ditunjukkan dengan parameter Nusselt number, baik itu Nusselt number lokal (NuФ) maupun Nusselt number rata-rata. Perpindahan panas konveksi paksa pada silinder sirkular tipe staggered menggunakan 3 variasi bilangan Reynolds  (ReD) yaitu 80; 200; 5000 sedangkan transverse pitch 1.5D; 2D. Temperatur inlet fluida masuk shell 350 K dan temperatur tube 300 K, dimodelkan dengan Gambit 2.4.6 dan disimulasikan menggunakan Fluent 6.3.26 dengan model turbulen k-w SST 2D steady-Flow untuk memperoleh data yang berhubungan dengan profile kecepatan dan distribusi temperatur. Dari hasil simulasi ini didapatkan visualisasi kontur kecepatan, temperatur dan distribusi Nusselt number. Terjadi peningkatan perpindahan panas dengan menurunnya tranverse picth (ST). Pada ReD 200, terjadi penurunan nilai Nusselt number rata-rata di row ketiga dan keempat sedangkan pada ReD 5000 nilai Nusselt number rata-rata pada row kedua, ketiga dan keempat terus mengalami peningkatan.
PENGARUH VARIASI HOLDING TIME TERHADAP KEMAMPUKERASAN BAJA MENGGUNAKAN ALAT UJI JOMINY Yusuf -; Yudi Chandra
INOVTEK POLBENG Vol 8, No 2 (2018): INOVTEK VOL.8 NO 2 - 2018
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.919 KB) | DOI: 10.35314/ip.v8i2.769

Abstract

Kemampukerasan adalah kemampuan suatu material untuk dapat dikeraskan sampai kedalaman tertentu dengan cara perlakuan panas dengan properti mekanik, hingga terbentuk martensit pada proses pendinginan untuk mencapai kekerasan tertentu. Salah satu metode pengujian hardenability yaitu jominy test (Van Vlack, 1991). Uji jominy merupakan sebuah metode untuk mengetahui kemampuan pengerasan logam (baja). Pengujian jominy tes dilakukan berdasarkan standard ASTM A255. Pengujian dilakukan mengunakan baja ST 42 dengan panjang 100 mm dan diameter 25.4 mm dengan spesimen uji sebanyak 3 buah. Hasil pengujian spesimen 1 dengan holding time 30 menit menghasilkan nilai kemampukerasan 43,7 HRB, untuk spesimen 2 dengan Holding Time 60 menit menghasilkan nilai kemampukerasan 43,7 HRB, sedangkan pada spesimen 3 dengan holding Time 90 menit menghasilkan nilai kemampukerasan 47 HRB. Semakin lama dilakukan holding Time pada spesimen maka nilai kekerasan yang dihasilkan akan lebih tinggi.