This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
Saeful Anwar
STAIN "Sultan Maulana Hasanuddin Banten" Serang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN KEAGAMAAN JOACHIM WACH DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU AL-GAZALI Saeful Anwar
Al Qalam Vol 18 No 88-89 (2001): January - June 2001
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.507 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v18i88-89.1459

Abstract

Makalah ini merupakan studi kritis atas struktur dan esensi pemikiran keagamaan Joachim Wach dengan perspektif filsafat ilmu al-Gazali, dalam rangka pengembangan ilmu Agama. Kerangka teori yang dipakai adalah dialektisisme, yaitu bahwa pemikiran seseorang merupakan hasil dari sebuah proses epistemologis yang sangat terpengaruh oleh keyakinan ontologik dan konteks sosio-historis pada masanya. Metode yang dipakai adalah content analysis dengan teknik synthetic-analytic.Studi ini menyimpulkan bahwa antara pemikiran Joachim Wach dan pemikiran al-Gazali terdapat persamaan dan perbedaan yang ditentukan oleh persamaan dan perbedaan paradigma, proses epistemologis dan konteks sosio--historis satu sama lain. Meskipun Wach lebih dogmatis dengan style kajian yang lebih saintifik­empirik, dan al-Gazali lebih dialektis dengan style kajian yang lebih filosofis-rasional, tetapi keduanya sama berfaham dualism yang menolak baik idealisme subyektif yang akosmik maupun realisme ekstrim yang atheis. Karena itu epistemologi keduaya sama-sama merupakan sintesis yang mengkombinasikan pendekatan sekularistik (filosofis-saintifik murni) yang lebih menekankan aspek rasionalitas-historisitas, dengan pendekatan religius (teologik­sufistik) yang lebih menekankan aspek normativitas-dogmatika agama. Menurut keduanya, baik pendekatan sekularistik maupun pendekatan religius an sich sama-sama tidak memadai untuk penelitian agama secara ilmiah.Key word: Critical Study, religious Thought, Al-Gazali's Philosophy.
KONSEP KEADILAN DALAM AL-QUR'AN Saeful Anwar
Al Qalam Vol 19 No 93 (2002): April - June 2002
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.632 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v19i93.451

Abstract

Makalah ini mengkaji tiga aspek konsep keadilan Al-Qur'an, yaitu pengertian, posisi dan refleksinya dalam kultur keilmuan islami,. dengan asumsi dasar bahwa Al-Qur'an merupakan wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dalam bahasa arab sebagai rahmat bagi segenap alam sampai akhir zaman. Karena itu ia harus dipahami berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan As-Sunnah, akal sehat serta temuan-temuan empirik manusia serta kaidah-kaidah bahasa arab sendiri. Metode yang dipakai adalah metode tafsir Maudu'i (tematik) dengan alat bantu ilmu bahasa, teologi, filsafat, hukum dan psikologi.Hasil kajian menyimpulkan bahwa ada sedikitnya dua kata dalam Al-Qur'an yang mengandung arti "keadilan", yaitu kata 'adl dan qist. Keduanya dipakai dalam arti dan konteks yang sama kecuali pada beberapa tempat. Esensi keadilan clalam konsep Al-Qur'an aclalah memperlakukan sesuatu sesuai dengan kualitasnya sendiri, yang dalam dimensi sosial adalah menyamakan, menyebandingkan, menyejajarkan dan menyeimbangkan dua objek atau lebih yang sama/ sebanding/ sejajar/ seimbang, clan membedakan dua objek atau lebih yang memang berbeda. Keadilan objektif ini merupakan asas fundamental dalam keseluruhan sistem Islam, dan telah terefleksikan secara luas dalam kultur keibman islami.Kata Kunci: Tafsir Maudu'i, 'adl, qist, dan al-Qur'an