Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DIWILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KEMALARAJA KABUPATEN OKU TAHUN 2015 Apria Wilinda Sumantri
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan atau jumlah eritrosit diabawah nilai normal. Tindakan yang dilakukan untuk mengtatasi masalah tersebut selama ini adalah pendistribusian tablet Fe. Faktor utama yang menyebabkan sulitnya prevalensi anemia ini antara lain karena rendahnya cakupan distribusi dan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet besi. Tujuan : untuk mengatahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemalaraja kabupaten OKU tahun 2015. Metode : penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil bulan januari – maret tahun 2015 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kemalaraja kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU dengan sampel sebanyak 75 orang. Analisi data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik chi-square, dengan derajat kepercayaan 95 %. Hasil : pada anisis univariat, dari 75 responden didapatkan 32% ibu hamil yang mengalami anemia, dan 68% ibu hamil yang tidak anemia. Ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe 61,3%, dan ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe 38,7%. Analisis bivarian didapatkan hasil ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia (p value 0,000). Simpulan : ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK DARI TUMBUHAN TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) ASAL KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Apria Wilinda Sumantri
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Pengobatan kanker selain menggunakan obat kimia, juga dapat menggunakan agen phytotherapeutic, yaitu obat herbal standar yang terdiri dari bahan aktif yang berasal dari bagian tanaman. Beberapa penelitian mengatakan bahwa temu putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu tumbuhan berkhasiat yang dapat diolah menjadi obat herbal. Kandungan senyawa kimia pada kunyit putih mengandung banyak manfaat seperti antikanker, antifungal, antiamebic, larvasida, antimikroba, antioksidan, antiplasmodial, antialergi, dan analgetik. Hasil: Hasil skrining fitokimia terhadap serbuk simplisia dan ekstrak etanol tumbuhan temu putih (Curcuma zedoaria) asal Kabupaten OKU mengandung senyawa aktif golongan flavonoid, tanin dan saponin. Tumbuhan sarang semut ini memiliki potensi aktivitas sitotoksik yang tinggi dengan nilai LC50 < 1000 ppm, yaitu dengan nilai LC50 sebesar 22,86 ppm terhadap ekstrak etanol temu putih (Curcuma zedoaria). Kesimpulan: temu putih mengandung senyawa kimia kurkuminoid, RIP (Ribosome Inacting Protein), isocurcumenol, demothxycurcumin, bisdemothxycurcumin, epicurzerenone, curdione, dan ethyl p- methoxycinnamate yang berfungsi menonaktifkan perkembangan sel kanker dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, kunyit putih juga mengandung senyawa kimia seperti curzerenone, zedoaron, minyak atsiri, diferuloylmethan, flavonoid, kurkumin, trimethoxyflavone, tetramethoxyflavone, tetrahydrodemethoxycurcumin, dihydrocurcumin, dan polifenol yang bermanfaat secara farmakologis. Bagkground: Cancer is a disease caused by the growth of body tissue cells that are not normal. Treatment of cancer other than using chemical drugs, also can use phytotherapeutic agent, that is a standard herbal consist of active subtances derived from plant parts. Some studies suggest that white turmeric (Curcuma zedoaria) is one of the herbs that can be processed into herbal medicine. Result: The results of phytochemical screening for simplicia powder and ethanol extract of Curcuma zedoaria from OKU Regency contain active compounds of flavonoids, tannins and saponins. This ant nest plant has a high potential for cytotoxic activity with an LC50 value <1000 ppm, ie with an LC50 value of 22.86 ppm for ethanol extract of Curcuma zedoaria. The chemical subtances on white turmeric contains a lot of benefits such as anticancer, antifungal, antiamebic, larvicides, antimicrobial, antioxidant, antiplasmodial, hypoallergenic, and analgesics. Conclution: that white turmeric contains chemical subtances like curcuminoid, RIP (Ribosome Inacting Protein), isocurcumenol, demothxycurcumin, bisdemothxycurcumin, epicurzerenone, curdione, and ethyl p-methoxycinnamate which serves to disable the development of cancer cells and inhibits the growth of cancer cells. In addition, white turmeric also contains chemical subtances such as curzerenone, zedoaron, essential oils, diferuloylmethan, flavonoids, curcumin, trimethoxyflavone, tetramethoxyflavone, tetrahydrodemethoxycurcumin, dihydrocurcumin, and polyphenols as pharmacological benefits.
HUBUNGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA DAN TINDAKAN PERAWATAN DENGAN PERAWATAN PENYEMBUHAN LUKA PADA IBU SECTIO CAESAREA Apria Wilinda Sumantri
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 1 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i1.820

Abstract

Latar Belakang: Persalinan merupakan kejadian fisiologi  yang normal yang dialami oleh seorang ibu berupa pengeluaran hasil konsepsi. Apabila persalinan normal tidak memungkinkan dilakukan, maka diperlukan satu cara alternatif lain dengan mengeluarkan hasil konsepsi melalui pembuatan sayatan pada dinding uterus melalui dinding perut yang disebut sectio caesarea. Hal ini dilakukan jika persalinan normal tidak mungkin  dilakukan karena akan mengancam nyawa ibu dan bayi. Luka setelah dilakukan pembedahan  sectio  secarea akan mengalami penyembuhan luka. Tujuan: Diketahui hubungan antara lamanya Penyembuhan luka dan Tindakan Perawatan  dengan Perawatan Penyembuhan Luka pada Ibu Sectio Caesaria di RSUD Dr. Ibnu Soetowo Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Ibnu Soetowo Baturaja pada bulan Maret 2022, yang menjadi populasi dalam seluruh ibu post partum yang ada di ruang obgyne dan yang tercatat di rekam medik berjumlah 105 orang dengan jumlah sampel 35 responden. Hasil data dianalisa dengan menggunakan uji chi square dengan alpha 0,05. Hasil: Uji statistik yang dilakukan pada ibu post sc didapatkan sebanyak 18 responden (51,4%) yang lama penyembuhan lukanya selama > 5 hari, 23 responden (65,7%) yang tidak melakukan tindakan perawatan luka dan perawatan penyembuhan luka yang tidak steril sebanyak 20 responden  (57,1%). Hasil analisis chi-square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara lama penyembuhan luka (p value 0,002<0,05) dan tindakan perawatan (p value 0,005 <0,05) dengan perawatan penyembuhan luka. Saran: Bagi peneliti dalam melakukan penelitian juga memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi dalam penyembuhan luka yaitu kesterilan alat alat yang digunakan serta bagi peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan referensi yang terbaru. Kata Kunci: Lama Penyembuhan, Tindakan, Perawatan Penyembuhan
HUBUNGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA DAN TINDAKAN PERAWATAN DENGAN PERAWATAN PENYEMBUHAN LUKA PADA IBU SECTIO CAESAREA Apria Wilinda Sumantri; Yulita Eka Fitri
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 1 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i1.879

Abstract

Latar Belakang: Persalinan merupakan kejadian fisiologi yang normal yang dialami oleh seorang ibu berupa pengeluaran hasil konsepsi. Apabila persalinan normal tidak memungkinkan dilakukan, maka diperlukan satu cara alternatif lain dengan mengeluarkan hasil konsepsi melalui pembuatan sayatan pada dinding uterus melalui dinding perut yang disebut sectio caesarea. Hal ini dilakukan jika persalinan normal tidak mungkin dilakukan karena akan mengancam nyawa ibu dan bayi. Luka setelah dilakukan pembedahan sectio secarea akan mengalami penyembuhan luka. Tujuan: Diketahui hubungan antara lamanya Penyembuhan luka dan Tindakan Perawatan dengan Perawatan Penyembuhan Luka pada Ibu Sectio Caesaria di RSUD Dr. Ibnu Soetowo Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Ibnu Soetowo Baturaja pada bulan Maret 2022, yang menjadi populasi dalam seluruh ibu post partum yang ada di ruang obgyne dan yang tercatat di rekam medik berjumlah 105 orang dengan jumlah sampel 35 responden. Hasil data dianalisa dengan menggunakan uji chi square dengan alpha 0,05. Hasil: Uji statistik yang dilakukan pada ibu post sc didapatkan sebanyak 18 responden (51,4%) yang lama penyembuhan lukanya selama > 5 hari, 23 responden (65,7%) yang tidak melakukan tindakan perawatan luka dan perawatan penyembuhan luka yang tidak steril sebanyak 20 responden (57,1%). Hasil analisis chi-square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara lama penyembuhan luka (p value 0,002<0,05) dan tindakan perawatan (p value 0,005 <0,05) dengan perawatan penyembuhan luka. Saran: Bagi peneliti dalam melakukan penelitian juga memperhatikan faktor lain yang dapat mempengaruhi dalam penyembuhan luka yaitu kesterilan alat alat yang digunakan serta bagi peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan referensi yang terbaru.Kata Kunci: Lama Penyembuhan, Tindakan, Perawatan Penyembuhan