This Author published in this journals
All Journal Masker Medika
Heri Shatriadi
STIKes Muhamamdiyah Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIFITAS KARBON AKTIF KULIT UBI KAYU DALAM MENURUNKAN KADAR BOD AIR LIMBAH PABRIK TEPUNG TAPIOKA TAHUN 2015 Heri Shatriadi
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit ubi kayu merupakan limbah padat yang mengandung karbon aktif yang mempunyaidaya serap/adsorbsi yang tinggi terhadap bahan yang berbentuk larutan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efektifitas karbon aktif kulit ubi kayu dalam menurunkan kadarBOD air limbah pabrik tepung tapioka tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulanApril-Mei 2015. Desain penelitian yang digunakan Quasi experiment dengan perlakuanpenambahan karbon aktif kulit ubi kayu sebanyak 20 gr, 40 gr, 60 gr dan kontrol (0 gr)sebanyak 330 ml pada setiap perlakuan dilakukan 6 kali pengulangan.Dari hasil penelitian diperoleh kadar BOD pada 0 gr (kontrol) sebanyak 1032 mg/l, dosis 20gr sebanyak 368,9 mg/l, 40 gr sebanyak 201,6 mg/l dan 60 gr sebanyak 147,4 mg/l.Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwaada pengaruh penurunan kadar BOD air limbah pada berbagai konsentrasi karbon aktif kulitubi kayu sebelum dan sesudah perlakuan p value = 0,000 < 0,050. Cassava peel is crammed waste which consists of active carbon which also has high absorbing power to the liquid materials. The purpose of this research is to figure out theeffectiveness of active carbon off cassava’s peel in decreasing BOD of waste water fromtapioca flour factory in 2015. The research design which will e used in this research is Quasyexperimental design by adding active carbon of cassava’s peel is up to 20 grams, 40 grams,60 grams and control (0 gram) to 330 ml in every treatment 6 times repetition.From the result of this research, we infer that BOD conscience in 0 gr (control) is 1032 mg/1,the dose is about 368,9 mg/1, 40 gr is 201,6 mg/1 and 60 gr is up to 147,4 mg/1. Accordingto bivariate analysis with simple linear regretion experiment shows that there is the effect indecreasing the BOD waste water to every concentrate of active carbon of cassava’s peelbefore and after the treatment p value = 0,000 < 0,050.
HUBUNGAN LUAS VENTILASI DENGAN KUALITAS UDARA RUANGAN DI PEMUKIMAN SILABERANTI KECAMATAN SEBERANG ULU I PALEMBANG Heri Shatriadi
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udara merupakan suatu kebutuhan pokok manusia, sehingga menjaga kualitas udara yang kita hirup sangatlah penting untuk kesehatan manusia. Menurut Peraturanpemerintah Nomor 1407/MENKES/SK/XI/2002 udara sehat adalah udara yang belumtercampur dengan gas-gas yang berbahaya sedangkan pencemaran udara ruangan yangada di dalam ruangan berasal dari asap rokok, asap yang berasal dari dapur ataupemakaian obat nyamuk yang dapat menjadi sumber polutan dalam ruangan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara Luas ventilasi dengan kualitas udara ruangandi pemukiman Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, jumlah rumah yang di telititerdapat 30 rumah, data di analisis dengan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik.Berdasarkan hasil dari 30 rumah, yang berjumlah 27 rumah yang Ventilasi tidak memenuhisyarat menyebabkan tingginya partikel debu sebanyak 2 rumah (88,9%) dan yangmemenuhi syarat sebanyak 3 rumah (11,1%) sedangkan yang berjumlah 3 rumah ventilasi yang memenuhi syarat sebanyak 1 rumah (33,3%) dan partikel debu yang memenuhi syarat2 rumah (66,7%). Berdasarkan hasil uji chi square di dapatkan nilai P value = 0,064 dengannilai α > 0,05 berarti ρ > α (tidak bermakna). Sehingga kesimpulan dari penelitian ini tidakada hubungan antara ventilasi dengan kualitas udara.
PEMANFAATAN DAUN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA ) SEBAGAI REPELLENT NYAMUK AEDES AEGYPTI Heri Shatriadi
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pengendalian vektor dapat digolongkan dalam pengendalian alami ( naturalcontrol ) dan pengendalian buatan ( artificialapplied control ). Upaya pengendalian buatankhususnya secara kimia telah banyak dilakukan untuk memutus kontak antara vektor danmanusia. Berbagai larvasida dan insektisida telah digunakan untuk membunuh larva ataunyamuk dewasa, namun senyawa kimia sintetik yang digunakan sebagai insektisida dapatmenyebabkan sifat resisten pada nyamuk karena seringnya paparan atau salahpenggunaan dalam aplikasinya. Oleh karena itu untuk melakukan upaya pengendalianvektor DBD yang ramah lingkungan dan tidak menggangu kesehatan manusia yaitu denganpemanfaatan bahan alami,menggunakan daun jeruk nipis dalam bentuk ekstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas daya repellent ekstrak daun jeruknipis ( Citrus aurantifolia ) sebagai repllent nyamuk Aedes aegypti.Desain penelitian yang digunakan adalah Eksperimen dengan melakukan pengamatanpengaruh ekstrak daun jeruk nipis sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Hasi penelitian menujukan rata-rata nyamuk yang hinggap pada kosentrasi 10 mg 6 ekornyamuk yang hinggap, pada kosentrasi 20 mg 5 ekor, pada kosentrasi 30 mg 2 dan padakosentrasi 40 mg rata-rata nyamuk yang hingap adalah 0 Hasil uji statistik didapatkan nilai Pvalue 0,000. Artinya ada pengaruh pemanfaatan ekstrak daun jeruk nipis dalam menolaknyamuk Aedes aegypti.Simpulan dari penelitian ini adalah penggunan ekstrak daun jeruk nipis efektif digunakansebagai repellent nyamuk Aedes aeygpti dengan kosentrasi efektif yaitu 40 mg. Vector control woid been classified in natural control and artificial applied control. Artificialcontrol measures, especially chemically, had been widely used to break the contact betweenvectors and humans. Various larvacides and insecticides had been used to kill adult larvaeor mosquitoes, but synthetic chemical compounds used as insecticides couid cause resistantproperties in mosquitoes due to frequent exposure or misuse in their applications. Therefore,to made efforts DHF vector control is environmentally friendly and was not interfere withhuman health was the utilization of natural materials, using lime leaves in the form ofextracts. The purpose of these research was to known effectiveness of repellent power oflime leaf extract (Citrus aurantifolia) as repellent of Aedes aegypti mosquito.The research design used was experiments by observing the effect of lime leaf extract asrepellent to Aedes aegypti mosquitoes. The result of this research was the average ofmosquitoes that perched on the concentration of 10 mg 6 mosquitoes perched on theconcentration of 20 mg 5 tail, at the cosmetration 30 mg 2 and at the concentration of 40 mgthe average of the mosquitoes that stopping wes 0. Value 0,000. This means that there wesinfluence of citrus leaf extract utilization in rejecting mosquito Aedes aegypti. The conclusionof this research wes the use of lime leaf extract wes effective as repellent mosquito Aedesaeygpti with effective concentration of 40 mg.