Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DENGAN KEJADIAN LEUKOREA DI PUSKESMAS KENALI BESAR TAHUN 2018 LIZA LIZA
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim merupakan suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau mengandung hormon yang dimasukkan ke dalam vagina dan mempunyai benang. Pada 3 bulan setelah pemasangan ada keluhan leukorea. Leukorea merupakan cairan yang keluar dari dalam vagina selain berupa darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea di Puskesmas Kenali Besar Jambi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yaitu ibu yang KB AKDR dengan lama pemakaian ≤ 3 bulan dan > 3 bulan yang berjumlah 56 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji ChiSquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu lama menggunakan KB AKDR > 3 bulan adalah mengalami Leukorea fisiologis (58,1%). Hasil perhitungan dengan menggunakan Chi-Square diperoleh P value 0,009 dimana (0,009 < 0,05) yang berarti ada hubungan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea. Ibu atau akseptor KB lebih baik memperhatikan efek samping sebelum memutuskan untuk memilih KB agar tidak mempunyai efek yang bisa merugikan kesehatannya. Selain itu, petugas kesehatan terutama bidan juga tetap waspada dalam memberikan pelayanan khususnya tentang KB harus memperhatikan dampak yang akan muncul bagi akseptor, bila terjadi suatu yang merugikan bagi pasien maka mencarikan solusi yang tepat. Dapat menjadi acuan yang bermanfaat bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan lama pemakaian KB AKDR dengan kejadian Leukorea Labor AKDR is a small object made of flexible plastic, has a coil of copper or contains hormones that is inserted into the vagina and have a yarn. In 3 months after inserted the complaint of leucorrhea incidence. Leucorrhea is a vaginal discharge other than blood. The purpose of this study was to determine the association between duration in using AKDR and leucorrhea incidence at Kenali Besar Health Center. The study used descriptive correlation design with cross-sectional approach. The sampling technique used total population of mothers who become family planning acceptors by AKDR method with duration of use ≤ 3 months and > 3 months, as many as 56 people. Data collection used questionnaire technique. And the data analyzed by using Chi-Square test. The results of study indicated that the majority of women have long duration in using family planning of AKDR method for more than 3 months had experiencing physiological leukorea (58.1%). By Chi-Square test obtained p value 0.009 (p<0.05), which means there was a correlation of duration in using AKDR and the leucorrhea incidence. The mother or family planning acceptors better to pay attention to its side effects before deciding to choose family planning method in order to have not an effect that could harm their health. In addition, health workers, especially midwives must be vigilant in providing their services particularly in family planning method and should pay attention to the potential impacts for the acceptor. If there is a disservice to patients then find the right solution. This study can be a useful reference for further researchers in making a research to correlate the duration in using AKDR with leukorea
PERBEDAAN KEPUASAN IBU YANG MEMBERI ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF Liza Liza
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 14, No 2 (2022): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v14i2.947

Abstract

Latar Belakang: ASI Eksklusifmadalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Keberhasilan program ASI Eksklusif dapat dipengaruhi oleh dukungan keluarga, keadaan emosi ibu sedangkan salah satu faktor penghambat adalah gencarnya iklan susu formula yang mempromosikan keunggulan komposisi susu formula yang seakan-akan mampu menandingi komposisi gizi dalam ASI.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kepuasan Ibu yang memberi ASI Eksklusif dan non ASI Eksklusif. Metode: Desain penelitian menggunakan descriptive comparative dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi yang berumur 6–12 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan non ASI Eksklusif berjumlah 58 bayi di Wilayah Kerja Di Rumah Besalin Bidan Yuyun S.Keb. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner. Pada analisis bivariat dilakukan uji normalitas data dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov karena jumlah sampel > 58 dan didapatkan P Value 0,000 (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga menggunakan uji Mann-Whitney U-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kepuasan ibu yang memberi ASI Eksklusif dan non ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Rumah Besalin bidan Yuyun S.Keb yaitu hasil perhitungan P value 0,006 dimana (0,006 < 0,05) dimana nilai mean kepuasan ibu menyusui ASI Eksklusif adalah 40,14 sedangkan kepuasan ibu menyusui Non ASI Eksklusif adalah 26,11 hal ini berarti tingkat kepuasan ibu menyusui ASI Eksklusif lebih tinggi daripada tingkat kepuasan ibu menyusui non ASI Eksklusif. Saran:  kepada pelayanan kesehatan hendaknya tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui penyuluhan yang terstruktur, terencana dan berkesinambungan baik itu kepada ibu hamil ataupun ibu menyusui tentang pentingnya ASI Eksklusif bagi bayi, diri ibu sendiri, keluarga dan negara. Kata kunci : ASI Eksklusif, Susu Formula