Muhammad Rusydi
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reorientasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Self Management Concept Muhammad Rusydi
el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2021): el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab merupakan suatu aktivitas peda-andragogis yang kompleks dengan segala hambatan yang menuntut kreativitas semuah pihak yang terlibat dalam penanganannya. Munculnya berbagai hambatan dalam pembelajaran bahasa Arab, baik yang sifatnya linguistik ataupun non linguistik, menuntut adanya penguatan self management concept dari peserta didik yang dalam konteks ini dapat dilihat dari pengelolaan waktu, hubungan antar manusia seerta perspektif diri. Ketiga komponen dari self management concept tersebut merupakan satu kesatuan yang terjalin sistemik-konstruktif satu sama lain. Manajemen pengeloaan pembelajaran meniscayakan fungsi-fungsi manajemen yang terbangun atas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan harus diarahkan dalam menguatkan pengelolaan waktu peserta didik yang terdiri atas penetapan tujuan, penyusunan prioritas, penyusunan jadwal, asertif, tegas, dan pencegahan penundaan, hubungan antar manusia yang terdiri atas hubungan yang bersifat vertikal ataupun horizontal, perspektif diri yang terdiri atas perspektif diri yang bersifat positif ataupun negatif.
RELASI GENDER DALAM SEMIOTIKA SASTRA ARAB: PERSPEKTIF SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Abd Syukur Abu Bakar; Muhammad Rusydi
Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Vol. 18 No. 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.875 KB) | DOI: 10.24239/rsy.v18i1.905

Abstract

This article focuses on revealing how gender ralation are recorded in the semiotics of Arabic literature through Roland Barthes' semiotics as its perspective. Roland Barthes is a thinker who has great attention to the study of semiotics, including in this context, by seeing a text as a sign system. The constructive relationship that is built between the sign, the signifier, and the signified as described by Roland Barthes in his semiotic thinking requires the reader to be active in dialectic with writers who write literary works so that the denotative meaning of an Arabic literary work can metamorphose into a connotative meaning. In its practical framework, Arabic literary works in various forms such as poetry, prose, and others are full of depictions of women and their social roles that must be approached with semiotic studies so that moral messages are found oriented to gender equality for men and women. In this process, a reader should not be fixated on the denotative meaning of a literary text that is very full of ethical and aesthetic values, but what must be done is that the reader must be active in transforming the denotative meaning into a connotative meaning that continues to have a dialectic with the surrounding cultural context or with the context culture of writers.
Pemikiran Rusydi Ahmad Thu’aimah Tentang Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab: Sebuah Refleksi Konstruktif Muhammad Rusydi; Sulaiman Sulaiman
el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2023): el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran Rusydi Ahmad Thu’aimah tentang manajemen pembelajaran bahasa Arab menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi manajemen pembelajaran bahasa Arab yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta penilaian harus diarahkan pada penguatan kompetensi berkomunikasi peserta didik dalam bahasa Arab. Dalam proses tersebut, peserta didik sudah harus diberikan peluang yang lebih banyak untuk mempraktekkan komunikasi bahasa Arab secara aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung sementara pendidik lebih banyak berperan sebagai fasilitator pembelajaran. Refleksi konstruktif yang dapat diambil dari pemikiran Rusydi Ahmad Thu’aimah tentang manajemen pembelajaran bahasa Arab adalah perencanaan pembelajaran bahasa Arab harus berorientasi pada penguatan kompetensi berkomunikasi, pengorganisasian pembelajaran bahasa Arab perlu diberikan pengayaan sumber, media, pendekatan, metode, ataupun teknik pembelajaran bahasa Arab, pengarahan pembelajaran bahasa Arab harus memberi ruang yang lebih banyak pada peserta didik untuk dapat aktif berkomunikasi dalam bahasa Arab, serta penilaian pembelajaran bahasa Arab yang responsif terhadap perbedaan individu.