This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
MOHAMAD AFIF
IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ALQALAM

MENGGUGAT PLURALISME BARAT, MENGGAGAS PLURALISME SYARI'AT MOHAMAD AFIF
Al Qalam Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.431 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i1.1657

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab munculnya gagasan pluralisme adalah pesatnya perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi, yang membawa implikasi kepada fakta bahwa tidak ada satu tempatpun di dunia ini yang terisolasi dan terasing. Dunia berubah menjadi perkampungan global ''global village" dengan beragam etnis, kultur dan keyakinan, dimana sebuah komunitas harus berhadapan dengan tradisi asing: tradisi yang diacuhkan dan dibencinya. Hal ini menimbulkan ketidakpastian teologis, psikologis, sosial dan kultural keyakinan dan tradisi yang dianggap asli, unggul dan unik, berhadapan dengan keyakinan dan tradisi lain yang juga dianggap asli, unggul dan unik.Dampaknya bisa dilihat dalam perubahan sikap dan pandangan pemeluk agama terhadap agama lain. Terjadi perubahan sudut pandang yang semula ekslusif dan intoleran menjadi lebih inklusif dan toleran, dan karenanya menerima realitas pluralistik sebagai sebuah kenyataan. Dengan kata lain, globalisasi telah membuat pluralisme sebagai salah satu bentuk pandangan yang diterima oleh para pemeluk agama-agama.Gaung wacana pluralisme semakin menguat dan respon terhadapnya beragam. Pendukung dan penentangnya terkadang memiliki pandangan yang ekstrim, sehingga menjurus pada sikap yang kontraproduktif. Pendukung pluralisme terjebak pada penerimaan total pluralisme tanpa sikap kritis dengan keyakinan bahwa pluralisme tanpa kekurangan. Sebaliknya, penentangnya acuh dengan keyakinan pluralisme tidak mengandung nilai positif. Dua bentuk sikap yang dalam kerangka ilmiah dan akademis tidak patut dan pantas.
PEMIKIRAN SUFISTIK NURCHOLISH MADJID MOHAMAD AFIF
Al Qalam Vol 32 No 2 (2015): July - December 2015
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1877.211 KB)

Abstract

Nurcholish Madjid (Cak Nur) is well known especially among Indonesian middle class and well-educated group in Indonesia. Between the 1970s and the 2000s, his thoughts, received great attention because his ideas about the renewal of Islamic thought were to some extent controversial. Nevertheless, there are still many people who do not know Cak Nur's thought outside the field of the renewal of Islamic thought . In fact, as a qualified and knowledgeable scholar, Cak Nur talked in many ways and in many fields of Islam , one of them is Sufism. Just like his thinking in the field of renewal which are weighty and meaningful, his thought in Mysticism was also pivotal. Therefore it is important to introduce his thinking widely to the public in order to take benefit from it.Key words: Nurchulis Madjid, Sufism, Neo -Sufism