Endra Muplihun
SMPN 20 Singkawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai Moral dalam Dwilogi Novel Saman dan Larung Karya Ayu Utami Endra Muplihun
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.15 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.91

Abstract

Novel Saman dan Larung merupakan sebuah novel yang berisikan potret peristiwa sejarah dan politik. Tentu saja di dalamnya terdapat nilai-nilai moral yang dapat diambil hikmahnya. Oleh karena itu, peneliti ingn mengetahui bagaimana nilai moral dalam dwilogi novel Saman dan  Larung karya Ayu Utami? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, bentuk penelitian kualitatif, dan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah dwilogi novel Saman dan Larung karya Ayu Utami yang di dalamnya terdapat nilai-nilai moral sebagai objek penelitian hal ini dilakukan agar peneliti mampu memperoleh data sesuai masalah yang diteliti. Data yang diambil berupa kata-kata, kalimat, maupun wacana yang secara tersirat menandung nilai-nilai moral. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga nilai moral dalam  Dwilogi Novel Saman dan Larung karya Ayu Utami. (1) Nilai moral dilihat dari hubungan manusia dengan Tuhan. Nilai tersebut digolongkan menjadi: rasa takut akan Tuhan dan tidak percaya atau ragu akan Tuhan.  (2) Nilai moral dilihat dari hubungan manusia dengan Masyarakat. Nilai moral kaitannya dalam hubungan manusia dalam masyarakat dibedakan mejadi: jujur terhadap orang lain, pertalian persahabatan, tolong-menolong, kewajiban mengabdi kepada orang lain atau melaksanakan kewajiban dan perintah, saling mengenal, dan penyimpangan seksual. (3) Nilai moral dilihat dari hubungan manusia dengan Individu (diri sendiri). Nilai tersebut dapat dibedakan menjadi: pengendalian diri, takut berdosa atau bersalah, senang hidup sederhana, berani mengakui dosa, percaya diri, berlaku adil, dan bertindak hati-hati.