Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Nilai Sosial Budaya dalam Novel Namaku Teweraut Karya Ani Sekarningsih Pendekatan Antropologi Sastra Imelda Hutabarat; Zainal Rafli; Saifur Rohman
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 2 (2019): VOLUME 4 NUMBER 2 SEPTEMBER 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.908 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i2.1022

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tentang nilai sosial budaya dengan pendekatan antropologi yang ditinjau dari kutipan terdapat dalam novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan novel secara seksama, membuat sinopsis, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis dan tafsiran kepada ahli satra, dan mendeskripsikan bagian yang telah dianalisis secara terperinci. Analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa: 1) Nilai sosial aspek pengetahuan paling mendominasi, terdapat keberagaman flora, fauna yang ada di suku Asmat. Sifat tokoh utama memberikan pesa moral agar pembaca memiliki watak hidup sederhana, gigih, sabar, berpikir maju, praktis, berpendirian teguh, rajin, cinta lingkungan, cinta tanah air, waspada, rendah hati, peka, cerdas, dan keratif. 2) Nilai sosial aspek sistem organisasi memiliki hubungan, asosiasi, dan kesatuan hidup yang baik di suku Asmat dan dengan suku yang lain. Musyawarah dilakukan sebelum mengadakan upacara, mengambil keputusan, dan menetapkan aturan. 3) nilai sosial aspek religi tidak hanya animisme tetapi suku Asmat menyakini agama kristen. 4) nilai sosial aspek kesenian suku Asmat memiliki kreativitas yang tinggi dalam kesenian,yaitu: seni ukir, seni tari, seni, menyanyi, dan seni musik. Hal tersebut ditunjukkan pada setiap prosesi upacara yang dilakukan. 
Adaptive Learning Analytics for Tracking Student Performance and Predicting Academic Success in Digital Classrooms Sri Suharti; Imelda Hutabarat; Danellie C. Llamas
International Journal of Educational Technology and Society Vol. 1 No. 3 (2024): September : International Journal of Educational Technology and Society
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijets.v1i3.411

Abstract

This research focuses on the application of predictive analytics in digital classrooms to track and predict student performance. The study aims to address the limitations of traditional teacher judgment, which often relies on limited data points and subjective assessments. The research proposes a machine learning-driven approach that utilizes data from Learning Management Systems (LMS), including student engagement, academic performance, and attendance, to predict student success or failure with greater accuracy. Various machine learning techniques, such as Support Vector Machine (SVM) and Random Forest (RF), are applied to develop a predictive model that can identify at-risk students early. The findings show that the model achieves an accuracy rate of over 85%, with key predictors including past academic performance and student engagement. This model outperforms traditional assessment methods by providing real-time, data-driven insights that enable timely interventions. The study concludes that predictive analytics has significant potential to enhance educational outcomes by offering personalized support and improving curriculum design. However, challenges such as data integration, fairness, and privacy concerns must be addressed for broader implementation.
Menemukan Bahasa Anak dalam Pelukan Gambar dan Kata (Studi pada Anak Berkebutuhan Khusus di PAUD Reguler) Imelda Hutabarat
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 25 No. 1 (2026): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 25 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.251.03

Abstract

This study aims to examine the implementation of differentiated instruction combined with flashcard media in supporting the language development of children with special needs at TK Kartika I-II Aceh Besar. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed, involving three children diagnosed with ADHD, communication disorders, and Down syndrome, along with two classroom teachers. Data were collected through participatory observation and in-depth interviews. The findings reveal that this integrative instructional approach promoted increased participation, vocabulary acquisition, and communicative responsiveness in the children. Previously passive children began to use visual cues, repeat simple words, and showed improved focus during learning activities. The study highlights the importance of language-focused, individualized interventions in inclusive education, especially for children with special needs who are accepted in mainstream schools. It recommends the integration of differentiated instruction and concrete visual media as effective methods for enhancing equitable language learning opportunities within the implementation of the Merdeka Curriculum in inclusive early childhood education settings. Keywords: Language Development; Differentiated Instruction; Flashcards; Special Needs Education; Inclusive Learning; Early Childhood Education; Merdeka Curriculum
Tantangan Literasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Menghadapi Tes Kemampuan Akademik Bahasa Indonesia Imelda Hutabarat
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): January-Maret, Pendidikan dan Edukasi Masyarakat Berkelanjutan
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) menegaskan pergeseran evaluasi pendidikan dari penguasaan materi menuju pengukuran literasi akademik dan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tuntutan ini mengharuskan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mampu memahami teks yang kompleks, berpikir analitis, serta melakukan penilaian evaluatif berbasis wacana. Namun, praktik pembelajaran membaca di kelas menunjukkan bahwa kesiapan literasi akademik siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut tercermin pada pengalaman belajar membaca siswa kelas XI SMA Negeri 3 Banda Aceh yang masih berorientasi pada pencarian jawaban tersurat, bukan pada konstruksi makna teks. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tantangan literasi akademik yang dihadapi siswa SMA dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa dan guru Bahasa Indonesia yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran di kelas, serta analisis dokumen berupa soal-soal TKA dan bahan ajar yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami wacana akademik, memiliki keterbatasan penguasaan bahasa akademik, serta belum menunjukkan kemampuan membaca analitis dan evaluatif secara memadai. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara tuntutan literasi akademik dalam TKA dan praktik pembelajaran membaca di kelas, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang berorientasi pada literasi akademik agar selaras dengan asesmen berbasis kompetensi. Kata kunci: literasi akademik, Tes Kemampuan Akademik, membaca kritis, Bahasa Indonesia. Abstract The implementation of the Indonesian Academic Competency Test (Tes Kemampuan Akademik/TKA) signifies a shift in educational assessment from content mastery toward the measurement of academic literacy and higher-order thinking skills in Indonesian language learning. This shift requires senior high school students to comprehend complex texts, apply analytical reasoning, and construct evaluative judgments based on discourse. However, classroom reading practices indicate that students’ academic literacy readiness remains underdeveloped. This condition is reflected in the reading experiences of eleventh-grade students at SMA Negeri 3 Banda Aceh, which continue to prioritize locating explicit answers rather than constructing textual meaning. This study aims to explore the academic literacy challenges faced by senior high school students in responding to the Indonesian Language TKA. A qualitative descriptive approach was employed, involving purposively selected students and Indonesian language teachers. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis of TKA items and instructional materials. The findings reveal that students experience difficulties in comprehending academic discourse, demonstrate limited mastery of academic language, and show insufficient analytical and evaluative reading skills. These findings indicate a gap between the academic literacy demands of the TKA and classroom reading practices, highlighting the need to strengthen academic literacy-oriented instruction to support competency-based assessment. Keywords: academic literacy, Academic Competency Test, critical reading, Indonesian language, secondary education.