SURYANI SURYANI
SMKN 2 Bone Sulawesi Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN MIND MAPING PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK DASAR SURYANI SURYANI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v1i3.403

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa mata pelajaran menggambar teknik dasar pada Kelas X Kompetensi keahlian Desain pemodelan dan Informasi bangunan SMK Negeri 2 Bone memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Selain aspek psikomotorik, yang lebih menyulitkan adalah aspek kognitif pada mata pelajaran tersebut. Banyak siswa yang kesulitan memaknai materi pembelajaran dengan baik. Diduga salah satu penyebabnya adalah karena proses pembelajaran hanya berpusat pada guru, sehingga siswa tidak ikut terlibat secara aktif dalam proses belajar mengajar tersebut. Hal ini berdampak pada rendahnya interaksi antara guru dan siswa maupun antara siswa.. Penelitian ini bertujuan melakukan perbaikan proses pembelajaran dengan harapan jika proses membaik maka akan terjadi peningkatan prestasi belajar. Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas, dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bone, padal kelas X Kompetensi keahlian desain pemodelan dan informasi bangunan semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.Pada penelitian ini secara faktual terlihar bahwa penggunaan pendekatan model mind mapping terbukti efektif sebagai pendekatan model pembelajaran untuk membantu siswa dalam memahami konsep konsep dan mengkotekstualisasikan konsep konsep yang dipahami.Hal ini terlihat dari peningkatan berbagai aspek yang diobservasi sepanjang siklus1 hingga siklus 3 dalam penelitian tindakan kelas ini. Aspek kerja sama antar siswa meningkat sebesar 47,5%, aspek interaksi dengan guru meningkat sebesar 60,6%. Pada aspek tanggung jawab mengalami peningkatan 51,52%, dan ikuti penigkatan pada aspek kehadiran sebesar 3.04%. Sebagai konsekoensi logis dari membaiknya proses pembelajaran, rata rata prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan sebesar 29, 14%.