MENGELOLA KONFLIK KEAGAMAAN Haris Burhani Harmoni Vol. 13 No. 3 (2014): September-Desember 2014 Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)
Konflik keagamaan umumnya tidak bermotif tunggal (baca: faktor keagamaan saja). Faktor lain sering berkelindan diantaranya budaya, sosial, ekonomi, politik. Untuk itu upaya penanggulangan konflik perlu dilakukan melalui sebuah kebijakan, program terarah, dan simultan. Langkah penanggulanan konflik tersebut perlu dilakukan bukan saja saat atau setelah konflik berlangsung, justru sebelum terjadi.