This Author published in this journals
All Journal Harmoni Penamas
Marpuah Marpuah
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TOLERANSI DAN INTERAKSI SOSIAL ANTAR PEMELUK AGAMA DI CIGUGUR, KUNINGAN Marpuah Marpuah
Harmoni Vol. 18 No. 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.608 KB) | DOI: 10.32488/harmoni.v18i2.309

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kelurahan Cigugur karena termasuk wilayah yang pluralis dan masyarakat hetrogen. Instrumen penelitian yang digunakan adalah : Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui Kerukunan yang terbina di Kelurahan Cigugur mereka berprinsip: Perbedaan keyakinan itu timbul dari kebenaran hatinya dan keyakinan masing-masing pemeluk agama. Adanya faktor keturunan yang membuat kondusipnya Kelurahan Cigugur. Dalam hal ini fakta sosial di masyarakat adanya identitas agama yang berbeda dalam satu rumah. Warga masyarakat yang berbeda pemeluk agamanya memiliki sifat kegotong-royongan yang membuat penduduk itu bisa rukun. Apabila ada satu kelurahan mengadakan kegiatan perbaikan jalan, membangun Masjid, warga tersebut mendukungnya terhadap kegiatan tersebut, baik secara moril maupun materil atau secara financial semampuhnya mereka, tanpa membedakan agama. Dalam siklus kehidupan (Kelahiran, Sunatan, Pernikahan, dan Kematian), warga kelurahan Cigugur nampak adanya kebersamaan, sikap toleransi terhadap perbedaan agama, dan adanya kerja sama. Kata kunci: Toleransi, Umat Beragama, Interaksi, Cigugur This research was conducted in the Cigugur village because it is a pluralist region and a heterogeneous community. The research instruments used were observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study it can be seen that harmony is built in Cigugur Village because they have principles. The difference in beliefs arises from the truth of his heart, and the beliefs of each religion. There are hereditary factors that make the Cigugur Village conducive. In this case, social facts in the community indicate the existence of different religious identities in one house. Members of different religious communities have a mutual cooperation that can make the residents harmonious. If there is a village that conducts road improvement activities, builds a mosque, the residents support it, morally and materially, or financially as much as they can, regardless of religion. In the life cycle (birth, circumcision, marriage, and death), residents of the Cigugur village appear to be together. They are tolerant of religious differences, and also there is cooperation. Keywords: Tolerance, Religious People, Interaction, Cigugur
DINAMIKA ORGANISASI MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN PEMBAHARUAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT Marpuah Marpuah
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.392

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui : bagaimana dinamika Organisasi Muhammadiyah sebagai Gerakan pembaharuan di Sumatera Barat. Metode Penelitian dengan menggunakan pendekatan Kualitatif. Pengumpulan data melalui Wawancara mendalam, Observasi dan Dokumentasi. Kesimpulan menunjukan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi sosial-keagamaan (organisasi kemasyarakatan) yang mengemban misi da'wah amar ma'ruf nahi munkar, senantiasa bersikap aktif dan konstruktif dalam usaha-usaha pembangunan dan reformasi nasional. Sesuai dengan khittah (garis) perjuangannya serta tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kondisi-kondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan negara. Karena itu Muhammadiyah senantiasa terpanggil untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada khittah perjuangan sebagai berikut: Muhammadiyah meyakini bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam. Dalam urusan keduniawian (al-umur ad-dunyawiyat) yang harus selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama. Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah meyakini bahwa negara dan usaha-usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat, pada dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan. Untuk membangun kehidupan di mana nilai-nilai Ilahiah melandasi dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, ketertiban. Kebersamaan, dan keadaban untuk terwujudnya "Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Dalam hal ini peran Muhammadiyah di Bidang Keagamaan, Pendidikan, Sosial Kemasyarakatan, Kesehatan, dan Partisipasi Politik